DPRD Samarinda Dorong Penurunan Angka Stunting

Terbit: 17 Februari 2024

DPRD Samarinda
Anggota DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. (Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Kasus stunting dan persoalan kemiskinan jadi sorotan DPRD Samarinda. Pemerintah didorong untuk mendorong menurunkan angka stunting.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain mengatakan, sangat menyayangkan masih adanya anak stunting di Kota Samarinda ini. Terlebih pada saat Rapat Paripurna pengetukkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Samarinda cukup fantastis.

“Untuk apa APBD tinggi, kalau anak-anak kurang gizi, tidak berguna itu berarti. Cuma pikiran-pikiran kita tentang stunting itu jangan dikira persial,” kata Sani, Selasa (13/2).

Menurutnya, pengentasan stunting tidak hanya sekadar memberi makan dengan telur dan nasi saja. Sebab, stunting dipengaruhi banyak faktor.

“Tidak sesederhana itu masalahnya, stunting itu banyak faktornya. Pertama adalah pernikahan dini, yang kedua gizi saat ibu mengandung, ketiga kondisi ekonomi rumah tangga,” ungkapnya.

Salah satu contoh dalam keluarga, sang ayah yang tidak bekerja, sehingga kesulitan ekonomi yang mengharuskan ibu yang tengah mengandung hingga melahirkan sering mengkonsumsi mie instan.

“Baru yang keempat adalah edukasi kepada remaja putri dengan penambahan tablet penambah darah dan sebagainya. Jadi stunting itu urusan simultan,” jelasnya.

Politisi Fraksi PKS itu juga menjelaskan jika stunting ini banyak faktornya, mulai dari social dan Kesehatan. Komando utamanya adalah wali kota dan bupati. (Nng/Adv/DPRD Samarinda)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved