Subsektor Transportasi, Gedung, dan Komunikasi Pimpin Perolehan Investasi dari PMA di Kaltim, Totalnya Mencapai Rp 1,66 Triliun

Terbit: 1 Maret 2024

PMA
Kepala DPMPTSP Kaltim, Puguh Harjanto. (IST)

Prolog.co.id, Samarinda – Tercatat ada 3 subsektor usaha yang cukup signifikan untuk realisasi investasi di Penanaman Modal Asing (PMA). Mengacu pada keterangan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Triwulan IV 2023, 3 subsektor itu meliputi transportasi, gedung, dan komunikasi, subsektor pertambangan, serta subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan.

Kepala DPMPTSP Kaltim, Puguh Harjanto menerangkan bahwa subsektor transportasi, gedung, dan komunikasi menjadi sektor usaha yang menyumbang realisasi investasi terbesar. Jumlahnya mencapai Rp 1,66 triliun atau setara dengan US$ 115,91 juta.

“Tambahan investasi di subsektor transportasi, gedung, dan komunikasi itu sebesar 27,99 persen dari keseluruhan realisasi PMA,” ungkap Puguh, Jumat (1/3).

Sedangkan subsektor yang memberikan kontribusi cukup besar di posisi kedua adalah pertambangan. Realisasi investasinya menginjak angka Rp 1,44 triliun atau setara dengan US$ 100,55 juta dan 24,28 persen dari keseluruhan realisasi PMA.

“Berikutnya ada subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan sebesar Rp 883,72 miliar atau sama dengan US$ 61,58 juta. Jumlah ini 14,87 persen dari keseluruhan realisasi,” sambung Puguh.

Kendati ada 3 subsektor yang cukup mencolok, Puguh menyebut secara keseluruhan, pihaknya mencatat ada total 18 subsektor usaha yang berkontribusi terhadap nilai investasi PMA pada Triwulan IV 2023 ini. Pun terkait penyerapan tenaga kerja, ada 1.103 orang yang terserap di subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan.

“1.103 orang itu sama dengan 52,20 persen dari total jumlah tenaga kerja Indonesia yang terserap melalui tambahan investasi PMA,” tambah dia.

Subsektor lainnya yang juga menyerap tenaga kerja Indonesia ada di pertambangan. Tercatat ada 279 tenaga kerja atau 13,20 persen dari total jumlah tenaga kerja Indonesia yang terserap.

“Disusul subsektor industri logam dasar, barang logam bukan mesin, dan peralatannya menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 223 orang atau mencapai 10,55 persen dari total jumlah tenaga kerja Indonesia yang terserap,” tandasnya. (Gia)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved