Prolog.co.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berinisiatif untuk mengatasi masalah putus sekolah dengan cara mengalokasikan kuota beasiswa khusus melalui program Beasiswa Kalimantan Timur (BKT).
Seperti yang diutarakan, Ketua Badan Pengelola (BP) BKT, Iman Hidayat, bahwa beasiswa ini ditujukan untuk anak-anak di di Kaltim yang ingin melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang sekolah.
Dia mengatakan saat ini terdapat sekitar 26 ribu anak putus sekolah di Kaltim, yang tercatat dalam data mereka mulai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), SMP, hingga SMA/ SMK.
“Berdasarkan data yang ada, sekitar 5810 anak di Kaltim yang tidak melanjutkan sekolah dari SD ke SMP, lalu 6929 anak dari SMP ke SMA, dan sejumlah anak yang DO atau keluar di tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK,” Ujar Iman, Kamis (7/3/2024)
Iman menjelaskan bahwa kuota khusus ini dapat diurus oleh masyarakat dan kemudian dilanjutkan oleh sekolah.
“Di tahun-tahun sebelumnya, kategori khusus seperti anak putus sekolah ini memang tidak ada. Namun, di tahun ini, kategori tersebut baru ditambahkan. Jadi, ketika sekolah mendaftarkan anak putus sekolah, mereka akan masuk dalam kategori khusus tersebut,” jelasnya.
Untuk pengajuan anak putus sekolah, prosesnya harus disesuaikan dengan sekolah terakhir anak tersebut.
“Misalnya, jika anak putus sekolah SD di kelas 4, maka kita akan mencocokkan dengan Nomor Induk Siswa Nasional dan nomor sekolah dimana anak tersebut terdaftar, kemudian dimasukkan,” tutur Iman.
Setelah proses tersebut selesai dan pihak sekolah telah mendaftarkan, anak putus sekolah tersebut akan mendapatkan hak prioritas dalam menerima beasiswa tersebut.
“Ini karena sudah ada kategori khusus. Jadi, data tersebut akan dijadikan prioritas,” katanya.
Iman berharap, dengan adanya kuota khusus ini, proses penanganan bisa lebih cepat selesai karena penerima ini adalah mereka yang benar-benar membutuhkan.
“Saya yakin bahwa program ini tidak akan mampu menghapuskan seluruh anak putus sekolah di Kaltim, tetapi setidaknya mampu mengurangi jumlahnya,” ungkapnya. (Uya)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


