Prolog.co.id, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengintensifkan upaya penanganan terkait kasus difteri yang melanda Kabupaten Berau.
Beberapa waktu lalu dilaporkan sekitar empat anak terjangkit difteri, sehingga dalam mengantisipasi hal tersebut Kabupaten Berau ditetapkan sebagai kawasan dengan Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Dinkes Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin menyampaikan, difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphtheriae.
“Ketika terjangkit, difteri akan menunjukkan gejala seperti sakit tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan di amandel,” kata Jaya Mualimin pada hari Senin (25/3).
Dia menuturkan, saat ini pihaknya telah melakukan langkah-langkah pencegahan dengan memberikan perawatan dan pengobatan kepada pasien terduga difteri.
“Jika pasien terkonfirmasi positif, kita akan segera melakukan vaksinasi di seluruh daerah yang terdampak,” sebutnya
Menurutnya, di Kabupaten Berau, ada sekitar tiga kecamatan terkonfirmasi terjangkit difteri.
“Maka dari itu kami merespons hal ini dengan melakukan vaksinasi pada anak-anak usia sekolah yang sangat rentan terhadap penyakit ini, mengingat terdapat empat kasus dengan tiga di antaranya berujung pada kematian,” tambahnya.
Jaya Mualimin menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan vaksinasi secara menyeluruh kepada masyarakat terus digalakkan melalui beberapa pusat pelayanan kesehatan, termasuk melakukan pengujian terhadap mereka yang diduga terinfeksi.
“Maka dari itu kami akan mengambil sampel dan mengirimkannya ke laboratorium untuk memastikan apakah yang bersangkutan adalah pembawa penyakit atau tidak,” jelasnya.
Jaya menerangkan, sebenarnya pengobatan difteri dapat lebih mudah dilakukan jika dideteksi secara dini, penyakit ini menurutnya disebabkan oleh kuman dan cukup menggunakan antibiotik.
“Kita terus berupaya keras dan diharapkan dengan beberapa rencana mulai dari vaksin, hingga penanganan dini bisa meminimalisir penyebaran difteri di Kabupaten Berau dan wilayah lainnya,” tutup Jaya. (Mat)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


