Prolog.co.id, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim mengungkapkan adanya peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di awal tahun 2024.
Menurut Kepala Dinkes Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, peningkatan jumlah kasus DBD disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk curah hujan yang tinggi membentuk genangan air dan kondisi cuaca panas yang berubah-ubah, mempercepat produksi jentik nyamuk.
“Dalam beberapa bulan terakhir, curah hujan yang cukup tinggi menjadi salah satu penyebab peningkatan kasus DBD di Kaltim,” ungkap Jaya Mualimin.
Dilaporkan bahwa sepanjang awal tahun 2024, terdapat sekitar 2.320 kasus positif DBD dan 7 kematian di wilayah Kaltim. Pada bulan Maret 2024 saja, terjadi peningkatan jumlah kasus DBD mencapai 769 kasus dibandingkan bulan sebelumnya.
Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi daerah dengan kasus DBD tertinggi, mencapai 852 kasus, diikuti oleh Kota Balikpapan dengan 356 kasus, dan Kabupaten Kutai Barat dengan 216 kasus. Sementara Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mencatatkan jumlah kasus terendah, hanya 14 kasus.
“Daerah lainnya seperti Kota Samarinda ada sekitar 203 kasus, Kabupaten PPU 198 kasus, Kabupaten Kutai Timur 197 kasus, Kabupaten Paser 113 kasus, dan Kota Bontang 104 kasus, serta Kabupaten Berau : 67 kasus,” jelasnya.
Meskipun terjadi peningkatan kasus DBD, Jaya mengungkapkan bahwa angka kematian masih terkendali dengan tingkat kematian sekitar 0,17 persen dan Incidence Rate (IR) sebesar 65,1.
“Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat Kaltim yang tinggi dalam membawa pasien DBD ke layanan kesehatan,” sebutnya.
Untuk mengatasi masalah ini, Dinkes Kaltim terus melakukan upaya seperti vaksinasi DBD dan penebaran nyamuk Wolbachia.
“Kita berharap dengan upaya tersebut, kasus DBD di Kaltim dapat ditekan dan tidak mengalami peningkatan lebih lanjut,” tandasnya. (Mat)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


