Pemkot Samarinda Ajak OPD Bersinergi Dalam Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran Idul Fitri

Terbit: 27 Maret 2024

Pemkot Samarinda
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Sam Saimun setelah mengikuti Rapat Koordinasi pengendalian inflasi secara dari di ruang rapat Gedung Balaikota Samarinda. (Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengajak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersinergi dalam mengendalikan inflasi jelang Lebaran Idul Fitri.

Perihal itu disampaikan langsung oleh Asisten Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Sam Saimun setelah mengikuti Rapat Koordinasi pengendalian inflasi.

Di mana, dalam kegiatan Rakor Inflasi yang dirinya mengikuti secara Virual itu, telah dipimpin langsung oleh Inspektur Jendral (Irjen) Kemendagri RI, Tomsi Tohir, pada Senin (25/3).

“Seluruh OPD dilingkungan Pemkot Samarinda supaya bisa sinergi dalam mengendalikan inflasi jelang Lebaran Idul Fitri,” ujarnya.

“Selain pada kebutuhan pokok, juga pada sektor transportasi khususnya dalam menghadapi arus mudik dan arus balik lebaran,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sam Saimun mengatakan melalui berbagai program-program bantuan sosial, dalam rangka menjaga dan memperkuat tingkat daya beli masyarakat.

Tidak hanya itu saja, Pemkot Samarinda juga telah melaksanakan kegiatan gerakan pangan murah yang tersebar di 5 titik di kawasan Kota Tepian (Julukan Kota Samarinda).

“Sudah terlaksana (Gerakan pangan murah) mulai 7 Maret dan akan berakhir pada tanggal 2 April nanti,” paparnya.

Dan tambahnya, melalui surat edaran Wali Kota Samarinda yang dikeluarkan pada 14 Maret tujuannya dalam pengendalian inflasi dan peningkatan ekonomi UMKM.

“Pemkot Samarinda juga mendorong agar program ‘Parsel Lebaran’ wajib menggunakan produk UMKM lokal minimal 50 persen pada setiap paket penjualan dan pembelian,” katanya.

Sebelumnya, Tomsi Tohir menghimbau kepada 214 Pemda yang sama sekali tidak lakukan upaya- upaya konkrit dalam penanganan inflasi, agar segera melakukannya dengan maksimal sesuai arahan Mendagri.

Lanjutnya, enam upaya konkrit yang dimaksud yakni melaksanakan operasi pasar murah, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang.

Lalu juga kerja sama dengan daerah penghasil komoditas untuk kelancaran pasokan, gerakan menanam, merealisasikan BTT dan dukungan transportasi dari APBD.

“Kami menghimbau agar operasi pasar murah benar-benar dilaksanakan dengan sebenar – benarnya dan dilaksanakan terus menerus supaya berdampak,” pesannya. (Don)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved