Prolog.co.id, Samarinda – Pilkada 2024 masih 7 bulan lagi. Namun, suasana politik di masing-masing daerah sudah mulai terasa hangat, begitu pula di Samarinda.
Andi Harun yang merupakan petahana menjadi sosok kuat dalam perebutan kursi Wali Kota pada 27 November mendatang. Namun, segala kemungkinan juga masih bisa terjadi. Entah nama-nama yang saat ini santer akan pasti maju Pilkada 2024 atau justru sebaliknya bisa berubah, karena lagi-lagi, peta politik bersifat dinamis. Terlebih masih cukup waktu bagi partai politik atau pun tokoh untuk merebut hati para pemilih pada Pilkada 2024 mendatang.
Terlepas dari berbagai kemungkinan, peluang Andi Harun dalam mempertahankan kursi Wali Kota Samarinda cukup besar.
Hasil survei dari Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada rentang waktu 25 hingga 31 Maret lalu, menunjukkan dominasi petahana Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam bursa Pilkada 2024.
“Untuk sampel kita tersebar secara proporsional di semua kecamatan dan kelurahan. Dalam satu kecamatan jumlahnya beda-beda, tergantung berapa jumlah DPT-nya. Dan, untuk margin of error lebih kurang 4,1 persen,” kata Fadhli Fakhri Fauzan, Peneliti LSI Denny JA di Kafe Bagios, Jalan KH Abdurrasyid pada Rabu, 17 April 2024.
Dalam survei yang melibatkan 600 responden itu menunjukkan, elektabilitas Andi Harun mencapai 79,3 persen, melampaui enam nama lainnya. Di antaranya, Hadi Mulyadi, M Barkati, Darlis Pattalongi, Alpad Syarif, Satria Ramadani, Syahrir dan Zairin Zain. Keenamnya hanya mendapatkan nilai elektabilitas di bawah 5 persen.
“Nama-nama itu hasil dari (konsultasi dengan) beberapa expert (ahli politik), ternyata baru beberapa nama ini,” terangnya.
Tingginya elektabilitas Andi Harun, dibarengi dengan tingkat kepuasan kinerjanya selama tiga tahun menjabat Wali Kota Samarinda. Sebagian besar responden survei LSI Denny JA menjawab sangat puas atas raihan kerja petahana Andi Harun. Nilainya mencapai 96,4 persen, dan hanya 3,4 persen yang menjawab kurang puas.
Andi Harun dinilai berhasil menyelesaikan sejumlah masalah prioritas di Samarinda, seperti banjir, pemberdayaan RT, revitalisasi pasar, pelayanan publik, ruang terbuka hijau, air bersih dan peningkatan jalan lingkungan. Tingkat kepuasan kinerja pada periode pertama Andi Harun pun berpengaruh terhadap permintaan masyarakat agar kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2024. Nilainya mencapai 88,4 persen.
Andi Harun Dinilai Kokoh di Jalur Independen
Menariknya, survei LSI Denny JA menunjukkan bahwa dominasi Andi Harun di panggung politik Kota Tepian bukan berdasarkan latar belakang partai. Melainkan, keberhasilannya dalam memecahkan masalah sebesar 26 persen dan kesamaan agama dengan nilai 35 persen.
Sementara itu, dari sudut pandang dari kesamaan partai hanya sebesaar 2 persen. Pun demikian dengan kesamaan pandangan politik yang hanya sebesar 23,9 persen.
Menurut Fadhli, data yang dihimpun LSI Denny JA di Kota Tepian memiliki kesamaan dengan riset skala nasional yang dilakukan pihaknya belum lama ini. Masyarakat kini memilih kepala daerah atau presiden bukan berdasarkan latar belakang partai, tetapi melihat sosok calon pemimpin.

“Memang kedekatan masyarakat terhadap partai semakin hari semakin menurun, masyarakat tidak lagi merasa terikat dengan partai tertentu. Masyarakat lebih (melihat) kepada sosok kepala daerah yang mampu memecahkan masalah, terlepas apa pun partai politiknya,” beber Fadhli.
Kendati demikian, lanjut Fadhli, peran partai politik juga tak bisa sepenuhnya dikesampingkan. Sebab, partai politik memiliki kekuatan politik, terlebih menjelang pemihan kepala daerah pada November mendatang.
“Partai tetap penting tapi memang tidak dilihat masyarakat sebagai pertimbangan utama. Makanya ketika mengusung calon yang secara prasyarat di masyarakat tidak terpenuhi bisa jadi tidak dipilih, meskipun rata-rata masyarakat menyukai partainya,” terangnya.
Ia pun menilai, perilaku masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah ini mampu dijadikan bekal bagi para politisi atau tokoh masyarakat yang ingin maju di jalur independen. Termasuk Andi Harun yang dinilai memiliki sosok kuat selama menjabat sebagai Wali Kota Samarinda.
“(hasil survei ini) Sangat bisa dijadikan dasar, tapi ini kan 7 bulan sebelum Pilkada, kalau kita lihat data pemilih loyal Pak Andi Harun hanya sekitar 60 persen, jadi lebih dari 20 persen bisa merubah pilihannya sewaktu-waktu. Apa yang menjadi penyebabnya? Bisa jadi ada figur lain yang lebih bagus dalam perspektif masyarakat atau ada isu lain yang mengubah pilihan,” jelas Fadli.
Namun, untuk menuju di jalur independen, bakal calon harus memenuhi syarat yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota. Dalam Pasal 41 poin (a), kabupaten/kota dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap (DPT) sampai dengan 250.000 jiwa harus didukung paling sedikit 10 persen.
Adapun data dari KPU Kota Samarinda, DPT tahun 2024, tepatnya pada penyelenggaraan Pemilu di Februari lalu, sebanyak 604.420 jiwa. Alhasil, bakal calon Wali Kota Samarinda yang ingin maju di jalur independen paling sedikit harus didukung 60.442 jiwa.
Andi Harun Sebut Hasil Survei Sebagai Bahan Evaluasi, Langkah Politik Menunggu Arahan Partai
Hasil survei LSI Denny JA yang menggambarkan keunggulannya di panggung politik Benua Etam, rupanya disikapi Andi Harun sebagai bahan evaluasi Pemkot Samarinda. Terutama beberapa permasalahan di Kota Tepian yang masih menjadi PR-nya.
“Hasil survei itu menjadi apresiasi sekaligus menjadi tantangan dan bahan evaluasi, tidak hanya kepada saya, tapi secara umum ke Pemkot Samarinda. Bahwa belum tuntas semua PR (masalah) yang ada, memang iya, tapi yang paling penting bagi masyarakat adalah melihat kinerja pemerintah dan terus berlanjut,” kata Andi Harun.
Langkah untuk kembali berkontestasi di Pilwali 2024 pun belum bisa dipastikan pria yang akrab disapa AH ini. Ia masih menunggu hasil berbagai survei lainnya dan keputusan dari internal partainya. Meskipun, dari hasil survei LSI Denny JA, lebih dari 80 persen warga Kota Tepian menginginkan dirinya kembali menduduki kursi Wali Kota Samarinda.
“Saya mendengar ada beberapa lembaga yang sedang jalan di periode bulan ini melaksanakan survei. Nah, setelah itu mudah-mudahan sebulan ke depan, bulan Mei, saya sudah bisa mengambil keputusan, tetapi permintaan masyarakat untuk tetap bisa memimpin Samarinda itu menjadi perhatian yang sangat serius pada saya,” terang orang nomor wahid di Kota Tepian ini.
Disinggung soal isu dirinya maju dalam perebutan kursi Gubernur Kaltim pada Pilkada 2024, Andi Harun tak mengambil pusing terkait kabar burung tersebut. Keputusan untuk melenggang di Pilwali Samarinda atau pun Pilgub Kaltim diserahkan pada keputusan partai.
“Kan di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, kalau tiba-tiba saya dipanggil oleh pak ketua umum, diperintahkan maju (Pilgub)? Mungkin secara pribadi tidak, tapi kalau partai menugaskan? Kultur kita berpartai itu kan keputusan tertinggi harus melaksanakan perintah dewan pimpinan pusat, bayangkan kalau pak ketua umum yang memerintahkan, kecuali kita ada argumentasi untuk memiliki alternatif lain,” tutupnya. (Day)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


