Prolog.co.id, Tarakan – Kasus peredaran narkoba jenis sabu seperti tiada habisnya. Berbagai cara terus dilakukan para penyelundup untuk mengelabui petugas. Teranyar, 4 penumpang pesawat di Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara dibekuk petugas karena kedapatan menyimpan 4 kilogram sabu di paha mereka.
Keempat penumpang itu terdiri dari 2 wanita dan 2 pria. Mereka berinisial C (45), MJ ( 26), N (47) dan P(26). Aksi mereka terbongkar saat petugas Aviation Security (Avsec) bandara melakukan pemeriksaan body, pada Sabtu, 11 Mei 2024.

“Pada hari penangkapan, sekira pukul 09.00 Wita, pihak Avsec mendapati empat orang penumpang pesawat Super Air Jet IU 534 rute penerbangan Tarakan-Makassar, membawa barang mencurigakan (di paha mereka),” kata Kasi Humas Polres Tarakan Ipda Anita Susanti, Senin, 13 Mei 2024.
Dirincikannya, kalau pengungkapan bermula ketika petugas Security Cek Poin 2 (SCP 2) lantai 2 Bandara Juwata Tarakan melihat gerak-gerik mencurigakan dari pelaku berinisial C. Saat diperiksa lebih lanjut, petugas menemukan 4 bungkus sabu seberat 1.028 gram yang coba diselundupkan C dari Tarakan-Makassar.
“Dari penumpang pertama ini, petugas langsung melakukan pengecekan lebih lanjut,” tambahnya.
Dari penelusuran itu, petugas mendapati ada tiga calon penumpang pesawat yang menggunakan kode booking tiket KZHZOX yang sama dengan pelaku C. Sehingga petugas Avsec langsung melakukan pencari terhadap 3 orang penumpang tersebut.
“Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan juga bungkusan plastik putih di paha 3 penumpang tersebut masing-masing membawa 1 kg lebih,” ungkapnya.
Usai melakukan penggeledahan terhadap dua perempuan dan dua pria tersebut petugas mendapati total 16 bungkus sabu dengan berat 4.047 gram (4 kg) sabu. Rencananya keempat penumpang tersebut akan terbang menuju Makassar yang menjadi tempat tujuan pengantaran sabu..
“Rencananya mau di bawa ke ujung pandang menggunakan pesawat Super Air Jet IU-535,” kata Anita.
Saat ini keempat penumpang bersama barang bukti telah diserahkan Kepala Bandara ke BNN Provinsi Kaltara guna penyelidikan lebih lanjut atas temuan tersebut.
“Mereka semua dibawa ke BNN Kaltara untuk pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya. (Day)


