Prolog.co.id, Samarinda – Menjelang Pilkada 2024 semakin dekat, suasana politik semakin memanas, tak terkecuali di Samarinda yang juga akan menghadapi Pemilihan Wali Kota (Pilwali). Berbagai nama mulai mencuat dalam perebutan kursi orang nomor satu di Kota Tepian.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis, memberikan pandangan tentang dinamika politik yang terjadi saat ini. Termasuk penjaringan kandidat di partainya yang tengah berlangsung.
Rusmadi Wongso, tokoh yang diharapkan maju oleh banyak pihak dan disebut akan maju dengan bendera PDI Perjuangan, rupanya belum juga mengambil langkah resmi untuk mendaftar. Meski sebelumnya Rusmadi mengklaim telah menerima instruksi dari PDI Perjuangan.
“Kami masih membuka proses penjaringan hingga 15 Mei. Setelah itu, kami akan melaporkan semua data ke DPP Partai pada 31 Mei untuk pertimbangan lebih lanjut,” kata Nanda, sapaan akrab Ananda Emira Moeis.
Ia menyebut keputusan akhir dalam menentukan kandidat sangat bergantung pada pertimbangan DPP. Namun, ada pengecualian untuk daerah seperti Kutai Kartanegara, di mana PDI Perjuangan mengalami peningkatan kursi yang signifikan dan akan mendapatkan rekomendasi langsung.
Namun, untuk Samarinda, pintu terbuka lebar bagi siapa saja, termasuk Rusmadi Wongso. “Namun, hingga saat ini, beliau belum terdaftar,” tambah Ananda.
Ananda menegaskan bahwa proses penjaringan harus mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan oleh partai. Belum ada dukungan resmi yang diberikan oleh DPP Partai kepada kandidat mana pun.
Ditanya tentang komunikasi langsung dengan DPP PDI Perjuangan, Ananda menjelaskan bahwa itu bukanlah penentu. “Dukungan berarti rekomendasi, dan saat ini belum ada rekomendasi yang dikeluarkan,” tegasnya. (Day)


