Fenomena Air Sungai Karang Mumus Samarinda Berwarna Hijau, DLH Beri Respon

Terbit: 16 Mei 2024

Sungai Karang Mumus
Kondisi air SKM yang berubah menjadi warna hijau di sekitaran Jalan Tarmidi, Samarinda Kota, Kota Samarinda, pada Selasa (13/5). (Don)

Prolog.co.id, Samarinda – Belakangan Sungai Karang Mumus (SKM) Samarinda ramai menjadi perbincangan di kalangan masyarakat lantaran perubahan warna air dari yang biasanya kecokelatan menjadi hijau.

Fenomena perubahan warna ini mulai viral di sosial media (sosmed) pada Selasa 13 Mei 2024 lalu. Dengan itu banyak warga yang berdatangan menyaksikan kondisi air tersebut.

Bahkan ada warga yang membawa pancingan dengan jala diujungnya bukan kail, lantaran dikabarkan ada banyak Ikan Patin yang bermunculan di anak Sungai Mahakam itu.

Salah satu lokasi yang ramai didatangi yakni di Jalan Tarmidi, Samarinda Kota. Salah seorang warga di sana Saleh, mengatakan perubahan warna air ini terjadi sehari sebelumnya.

Tidak hanya berubah, memang benar kondisi ini juga dibarengi dengan banyaknya Ikan Patin yang bermunculan ke permukaan, namun tidak menyeluruh di Sungai Karang Mumus.

“Nah kalau yang dilihat ini sekitar Tarmidi, Belibis dan sekitarnya,” ujarnya pria berusia 50 tahun tersebut sekira pukul 14.00 wita

Dan jelasnya ikan yang bermunculan ini tidak bisa dipancingi hanya dengan menggunakan pancingan biasa kail dan umpan. Maka warga memilih pancingan yang ada jalanya.

“Ikannya ini gak mau makan (Kalau pakai umpan,” jelasnya.

Di balik ketidaktahuan penyebab pasti fenomena perubahan air ini, diri tetap merasa senang karena dengan kondisi seperti ini masyarakat sekitar umumnya warga Samarinda ada hiburan.

“Bagus aja sih, jadi ada hiburan masyarakat,” ucapnya.

Mengenai kondisi ini, Kepala Bidang (Kabid) Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) DLH Samarinda, Boy Leonardo Sianipar memberikan responnya.

Menurut Boy, kondisi ini diindikasikan kemungkinan adanya pencemaran yang terjadi atau hal lainnya. Namun untuk kepastiannya pihaknya akan membawa sampel ke labnya.

“Untuk lebih jauh kita akan gunakan sampelnya nanti untuk dibawa ke lab, apakah ada kandungan limbah atau apapun yang menyebabkan air itu jadi berwarna kehijauan,” ujarnya dihubungi melalui sambungan telepon.

Dirinya menegaskan terkait hal seperti ini dari DLH Samarinda terdapat bagian khusus pencemaran, di mana juga ada orang-orang teknis dalam melakukan pengecekan kadar baku mutu air.

“Sebelumnya telah melakukan di titik yang diduga tercemar. Ada beberapa kejadian tapi bukan di sungai, tapi di parit yang terbukti merupakan limbah parit,” jelasnya.

Kendati demikian dengan ini maka pihaknya harus mencermati, dari mana sumbernya karena kondisinya saat ini air Sungai Karang Mumus yang berubah merupakan air yang mengalir.

“Maka, bukan tidak mungkin kondisi air yang viral di satu titik, ternyata sumbernya bukanlah lokasi itu. Jadi ada banyak hal yang perlu dilakukan, ada metode perhitungannya,” imbuhnya. (Don)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved