Dinas Kesehatan Kaltim Kirim Tim Medis ke Lokasi Banjir Mahakam Ulu

Terbit: 18 Mei 2024

Banjir Mahakam Ulu
Jaya Mualimin bersama para tim medis yang akan diberangkatkan menuju Mahulu (Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur, kemarin mulai mengirimkan tim medis untuk melakukan identifikasi serta kebutuhan mendesak di lokasi bencana banjir di Mahakam Ulu (Mahulu).

Tim yang diberangkatkan tersebut terdiri atas Tim Rapid Health Assessment (RHA) dan Disaster Management Team (DMT) yang dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan darurat.

Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin menyatakan tugas awal tim medis yang dikirim ke Mahulu untuk melakukan penilaian kondisi di Mahulu.

“Berdasarkan laporan awal tim kita langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat serta BPBD untuk memantau situasi kemudian menyediakan bantuan medis yang diperlukan,” ujar Jaya Mualimin.

Dia menjelaskan, Tim medis yang dipimpin oleh Adi Pramana terdiri dari tujuh orang dan membawa persediaan vitamin, obat-obatan, makanan, serta peralatan medis lainnya.

“Kita ingin tim dapat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Mahulu guna memastikan penanganan yang efektif. Karena akses ke lokasi yang terbatas dan hanya dapat dicapai menggunakan perahu, jumlah bantuan yang dikirimkan tidak banyak,” jelasnya.

Jaya menuturkan, dalam proses pengiriman tim dan evakuasi di lapangan masih sangat terbatas karena kurangnya mobilitas transportasi.

“Untuk sementara tim yang kita kirim masih menggunakan jalur transportasi air karena sulit jika melalui akses jalan darat. Namun, kami akan terus memantau keadaan dan menghimpun relawan kesehatan yang akan dikirim,” ungkap.

Fokus utama dari bantuan medis ini menurut Jaya adalah penanganan penyakit yang berkaitan dengan air, seperti penyakit kulit, jamur, dan wabah leptospirosis yang disebabkan oleh kencing tikus.

“Tim medis juga akan melakukan sosialisasi tentang pentingnya cuci tangan yang sesuai standar serta sanitasi makanan dan minuman,” terangnya.

Lebih lanjut, Jaya mengimbau kepada masyarakat terdampak untuk tetap menjalankan gerakan hidup sehat dan bersih dengan tidak mengonsumsi air dan makanan yang sanitasinya buruk.

Selain itu, menurutnya juga di Kabupaten Mahulu telah didirikan 5 posko guna operasi penanganan medis.

“Sementara tujuh orang yang dikirim nantinya akan terus melaporkan situasi di lapangan. Meskipun medan yang sulit menjadi tantangan, tim juga menunggu air agak surut atau pengiriman perahu karet tambahan untuk membantu evakuasi jika diperlukan,” ungkap Jaya. (mat)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved