Rupiah Kembali Melemah di Bawah Rp16.000 Per Dolar AS

Terbit: 21 Mei 2024

Rupiah Melemah
Ilustrasi. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Pelemahan rupiah ini sejalan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya yang juga tertekan terhadap dolar AS. Sentimen utama datang dari spekulasi pasar terkait kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika (The Fed).

Meskipun data inflasi AS menunjukkan tren penurunan, para pejabat Fed masih memberikan sinyal hati-hati terkait potensi penurunan suku bunga. Hal ini membuat para pedagang bertaruh pada skenario pelonggaran yang lebih moderat, yakni kenaikan 46 basis poin (bps) dan penurunan suku bunga baru pada November 2024.

Di sisi lain, faktor internal juga turut menekan rupiah. Ekonom memproyeksikan defisit transaksi berjalan (CAD) Indonesia pada kuartal I/2024 akan melebar, dipicu oleh penyusutan surplus neraca perdagangan.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif hari ini dengan kemungkinan ditutup melemah di kisaran Rp15.960-Rp16.030 per dolar AS.

Ancaman Pelemahan Lebih Lanjut

Bayang-bayang kebijakan Fed dan pelebaran defisit CAD menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai. Jika spekulasi pasar terkait pelonggaran suku bunga Fed kian menguat, rupiah berpotensi mengalami pelemahan lebih lanjut.

Di sisi lain, upaya pemerintah untuk meningkatkan surplus neraca perdagangan dan mengendalikan defisit CAD menjadi kunci untuk menjaga stabilitas rupiah dalam jangka panjang. (Day)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved