Prolog.co.id, Samarinda – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus gencar meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya mengantisipasi penyebaran berita hoaks terlebih saat menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Seperti yang diutarakan Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, bahwa jelang pelaksanaan Pilkada yang berlangsung di bulan November mendatang, pihaknya terus berupaya mengingatkan masyarakat untuk menyaring berbagai macam informasi yang beredar.
“Biasanya setiap mendekati pelaksanaan pemilu maupun pilkada kita pasti gencar mensosialisasikan bahaya hoaks kepada masyarakat,” katanya.
Ia menerangkan, seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu Diskominfo Kaltim telah memulai kegiatan literasi digital di sektor pemerintahan.
“Untuk kegiatan literasi ini kita gelar guna mengingatkan para aparatur untuk tidak terlalu dekat dan terlibat dalam pelaksanaan pilkada, karena sangat sensitif dan bisa menimbulkan pelanggaran,” kata Muhammad Faisal.
Menurutnya, kewaspadaan terhadap berita hoaks sangat penting bukan hanya masyarakat umum saja tetapi juga seluruh aparatur pemerintah yang memahami dampaknya.
“Pastinya kita akan lebih intens dan sering melakukan sosialisasi bersama KPU dan Bawaslu nantinya terkait berita hoaks menjelang pilkada di bulan November mendatang,” jelasnya.
Kemudian, dirinya juga menyebutkan bahwa evaluasi penyebaran berita hoaks pada pemilu bulan Februari lalu di tahun ini sangat jauh berkurang, dan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Meski masih ada beberapa penyebaran hoaks di media sosial, intensitasnya masih tergolong minim,” katanya.
Faisal yakin bahwa literasi digital masyarakat Kaltim yang cukup baik akan membantu mengurangi penyebaran berita hoaks.
“Walaupun tingkat literasi digital terus meningkat, masyarakat harus tetap waspada terhadap berita hoaks,” pesan Faisal.
Lebih lanjut, Faisal mengingatkan masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh berita hoaks yang dapat mengganggu proses demokrasi.
“Kita ingin masyarakat Kaltim harus mendukung jalannya proses pemilihan kepala daerah dengan aman dan lancar,” tutupnya. (mat)


