Prolog.co.id, Samarinda – Gaya hidup tidak sehat hingga kini masih menjadi penyebab utama tingginya angka kasus hipertensi di Kaltim.
Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi di masa sekarang bukan lagi menjadi penyakit yang kerap terjadi pada orang tua saja, tetapi anak muda di usia 18 tahun keatas mulai ada yang terkena penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, mengatakan, beberapa faktor hipertensi disebabkan akibat kelebihan mengkonsumsi makanan tinggi garam.
“Lalu juga kurangnya aktivitas hingga stres adalah salah satu faktor yang mengakibatkan seseorang dapat mengalami hipertensi,” kata Jaya Mualimin.
Maka dari itu, pihaknya saat ini tengah berupaya melakukan penurunan angka hipertensi, dengan melaksanakan beberapa program kesehatan sebagai langkah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahayanya penyakit itu.
“Untuk menurunkan penyakit hipertensi di Kaltim, kita telah meluncurkan beberapa upaya seperti kampanye edukasi gaya hidup sehat, jadi melalui kegiatan ini masyarakat diberikan informasi perihal pentingnya pola makan sehat, rutin berolahraga, dan mengelola stres,” katanya.
Selanjutnya menurut Jaya ada program Posyandu Lansia, yang telah terbentuk di berbagai desa atau kelurahan.
“Jadi melalui posyandu lansia ini kita ingin memberikan pelayanan cek tekanan darah secara rutin dan konsultasi kesehatan yang ditangani langsung oleh tim,” tambahnya.
Selain itu tutur Jaya, pihaknya melakukan kerjasama puskesmas dan rumah sakit, hal ini tentunya sebagai bentuk meningkatkan kapasitas layanan kesehatan untuk deteksi dini dan manajemen hipertensi.
“Kita ingin melalui kampanye yang gencar dan informasi yang diberikan, masyarakat dapat lebih memahami dan menyadari pentingnya menjaga kesehatan,” jelas Jaya.
Jaya mengimbau agar masyarakat lebih aktif dan sadar dalam menjaga kesehatan mereka.
“Masyarakat seharusnya lebih rutin memeriksakan tekanan darah dan mengikuti anjuran medis. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung yang bisa menyerang secara tiba-tiba,” tandasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Provinsi Kalimantan Timur berada di peringkat ketiga nasional dalam prevalensi kasus hipertensi, setelah Provinsi Aceh dan Sulawesi Tengah.
Tingginya angka penderita hipertensi ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak, karena ada sekitar 83% penduduk Kaltim yang berusia di atas 18 tahun diketahui menderita hipertensi.
(Mat)


