Prolog.co.id, Sangatta – Selama lebih dari dua dekade, dua desa di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), masih bergelut dalam kegelapan akibat belum tersambungnya aliran listrik.
Menanggapi kondisi ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Abdi Firdaus, menyatakan komitmennya untuk menjadikan desa-desa tersebut sebagai prioritas dalam upaya penyediaan akses listrik.
“Desa Tepian Madani dan Desa Tepian Raya sudah 24 tahun tanpa aliran listrik. Ini menjadi prioritas utama saya untuk memastikan kedua desa ini segera mendapatkan fasilitas yang sangat mendasar ini,” ungkap Abdi saat ditemui di kantor DPRD Kutim pada Selasa, 4 Juni 2024.
Abdi Firdaus berjanji akan terus memperjuangkan aspirasi ini meski masa jabatannya sebagai anggota dewan berakhir.
“Komitmen saya terhadap masalah ini tidak akan berhenti hanya karena saya tidak lagi menjadi anggota dewan. Ini adalah tanggung jawab moral saya untuk menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.
Kedua desa tersebut, Tepian Madani dan Tepian Raya, menjadi fokus utama Abdi dalam upaya meningkatkan akses listrik di daerah tersebut.
“Sekarang, fokus kami adalah memastikan kedua desa ini mendapatkan aliran listrik. Sementara Muara Bengalon sudah mendapatkan listrik, kami tidak bisa membiarkan Tepian Madani dan Tepian Raya tertinggal,” tambahnya.
Abdi juga mengungkapkan bahwa beberapa bulan lalu, ia bersama kepala desa dan tokoh masyarakat setempat telah mengajukan permohonan langsung kepada PLN Bontang untuk mempercepat penyambungan listrik ke desa-desa yang tertinggal.
“Kami sudah mengunjungi PLN Bontang untuk mendesak agar proyek ini bisa dipercepat. Sangat disayangkan, desa transmigrasi yang seharusnya mendapatkan perhatian khusus masih terabaikan dalam hal aliran listrik,” jelasnya.
Abdi Firdaus menegaskan akan terus memantau perkembangan proyek ini dan berupaya memastikan bahwa desa-desa tersebut mendapatkan listrik secepatnya.
“Saya akan terus melakukan follow-up dan mendorong agar proyek ini selesai segera. Jika tidak tercapai tahun ini, saya akan pastikan bahwa tahun depan sudah rampung. Ini adalah pekerjaan rumah saya yang harus diselesaikan,” pungkasnya. (Idm/Adv/DPRD Kutim)


