Wakil Ketua DPRD Kutim Asti Mazar Kritik Proyek Multi Years yang Tak Sesuai Target

Terbit: 6 Juni 2024

Asti Mazar
Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Asti Mazar.

Prolog.co.id, Sangatta – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Asti Mazar, mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap pelaksanaan proyek multi years (MY) yang dinilai tidak memenuhi ekspektasi. Asti menyebut bahwa DPRD sudah mengajukan pertanyaan terkait kesiapan dinas-dinas untuk menyukseskan proyek tersebut sejak awal.

“Kami sudah memperingatkan dari awal tentang kemampuan dinas dalam menyelesaikan proyek ini. Dinas terkait menyatakan yakin bahwa proyek akan selesai sesuai masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati. Berdasarkan informasi tersebut, kami dari DPRD menyetujui, dengan catatan regulasi yang ada juga memungkinkan. Setelah berkonsultasi dengan KPK, semua tampak sesuai aturan, dan DPRD menyetujui,” jelas Asti Mazar dalam pertemuan dengan media di Kantor DPRD Kutim..

Namun, Asti mengungkapkan bahwa laporan di lapangan jauh dari harapan yang disampaikan sebelumnya. Menurut laporan Pansus LKPJ, kemajuan proyek MY sangat minim, bahkan beberapa di antaranya mengalami kegagalan.

“Pada kenyataannya, laporan dari Pansus LKPJ menunjukkan bahwa progres proyek MY sangat mengecewakan. Banyak dari proyek ini yang stagnan dan beberapa bahkan gagal total. Ini jelas sangat mengecewakan,” ungkapnya.

Asti Mazar menyatakan niatnya untuk melakukan peninjauan ulang terhadap proyek-proyek tersebut. Ia berencana untuk memeriksa langsung perkembangan proyek berdasarkan data yang tersedia agar bisa menilai kemajuan sebenarnya.

“Laporan dari tim DPRD yang telah mengunjungi lokasi proyek menunjukkan bahwa sebagian besar proyek masih jauh dari target. Ada dua proyek yang bahkan sudah dinyatakan gagal karena tidak ada kemajuan,” tambahnya.

Sebagai Wakil Ketua DPRD, Asti menekankan pentingnya akuntabilitas dari dinas teknis terkait. Menurutnya, jika proyek-proyek ini gagal memenuhi target, masyarakatlah yang akan merasakan dampaknya.

“Jika proyek-proyek ini ternyata tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka kekhawatiran DPRD akan terbukti benar, dan masyarakat akan menanggung akibatnya,” tutup Asti Mazar.

(Idm/Adv/DPRD Kutim)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved