Prolog.co.id, Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Yan, mengungkapkan kekecewaannya terhadap rendahnya penyerapan anggaran oleh pemerintah daerah. Menurutnya, kinerja pemerintah dalam mengelola anggaran sangat buruk, menyebabkan sejumlah proyek pembangunan mengalami penundaan yang merugikan masyarakat.
“Berdasarkan evaluasi kami, progres penyerapan anggaran sangat tidak memuaskan. Dalam skala 1 sampai 10, banyak proyek yang hanya mencapai angka 2 hingga 5, dan tidak ada yang mencapai 100%. Ini jelas jauh dari target yang diharapkan,” ujar Yan saat memberikan pernyataan di Kantor DPRD Kutim.
Yan menyoroti bahwa banyak program yang sudah direncanakan belum terealisasi secara maksimal. Dia menekankan pentingnya menyelesaikan proyek-proyek yang tertunda dan memastikan bahwa anggaran digunakan dengan efektif untuk mencapai hasil yang diinginkan.
“Kita perlu menuntaskan penataan yang masih dalam tahap pengerjaan. Program-program seperti penataan Kutim jilid 2 belum sepenuhnya dilaksanakan, dan ini harus segera diperbaiki,” tambahnya.
Yan juga mengkritik kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam pemerintahan yang dianggap kurang efisien dalam mengelola dan menyerap anggaran. Dia menjelaskan bahwa ketidakmampuan ini berdampak pada pemborosan anggaran dan berpotensi menyebabkan sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) yang merugikan masyarakat.
“Dalam laporan kinerja Bupati, ditemukan lebih dari 1,7 miliar anggaran yang tidak terserap. Ini menunjukkan kelemahan signifikan dalam pengelolaan anggaran. SDM kita tidak mampu menyerap aspirasi masyarakat secara efektif, dan ini harus menjadi perhatian serius,” jelas Yan.
Dia mengilustrasikan dampak penyerapan anggaran yang buruk terhadap proyek fisik, seperti pembangunan jalan. Jika anggaran tidak terserap dengan baik, maka proyek yang seharusnya selesai 100% hanya bisa terealisasi 50%, mengurangi manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.
“Contohnya, jika sebuah proyek jalan direncanakan selesai 100% tetapi hanya terealisasi 50% karena masalah anggaran, masyarakat akan merasakan manfaat yang tidak optimal. Ini adalah masalah besar yang harus segera diatasi,” kata Yan.
Yan juga menyebutkan bahwa anggaran untuk tahun 2024 diperkirakan hanya sekitar 6,5 miliar, jauh lebih kecil dibandingkan tahun 2023. Dia mengingatkan bahwa jika anggaran yang telah dialokasikan tidak digunakan dengan baik, dana tersebut akan hangus dan tidak dapat digunakan lagi.
“Anggaran tahun 2024 jauh lebih kecil dibandingkan tahun lalu, dan jika tidak terserap, dana tersebut akan hangus. Pemerintah harus lebih proaktif dalam merencanakan dan melaksanakan anggaran agar tidak ada lagi dana yang terbuang,” ujarnya.
Dia berharap pemerintah dapat memperbaiki kinerja penyerapan anggaran di masa mendatang agar proyek-proyek pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.
“Kami berharap pemerintah dapat meningkatkan efektivitas penyerapan anggaran sehingga proyek-proyek tidak tertunda dan seluruh rencana dapat terlaksana dengan baik demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
(Idm/Adv/DPRD Kutim)


