Prolog.co.id, Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Yan, memberikan update mengenai status usulan masyarakat untuk tahun 2024. Dari total 177 usulan yang diajukan, Yan mengungkapkan bahwa 33 usulan ditolak, sementara lebih dari 140 usulan telah diterima dan akan segera diimplementasikan.
“Di tahun 2024, ada 177 usulan yang saya terima. Dari jumlah itu, 33 usulan harus kami tolak, tetapi lebih dari 140 usulan lainnya telah diterima dan akan kami tindak lanjuti. Saya rasa ini merupakan representasi yang cukup baik dari aspirasi masyarakat,” ungkap Yan saat ditemui di Kantor DPRD Kutim.
Yan menjelaskan bahwa usulan yang diterima mencakup berbagai sektor, termasuk infrastruktur, pertanian, perkebunan, serta kegiatan karang taruna dan lembaga-lembaga desa. Ia menggarisbawahi pentingnya diversifikasi usulan ini untuk memastikan berbagai kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Usulan yang diterima sangat bervariasi, meliputi infrastruktur, pertanian, perkebunan, serta dukungan untuk karang taruna dan lembaga-lembaga desa. Ini menunjukkan bahwa setiap desa memiliki kebutuhan dan prioritas yang berbeda,” jelas Yan.
Menurutnya, usulan yang paling mendesak dan mendapatkan perhatian khusus adalah yang berkaitan dengan infrastruktur. Yan mencatat bahwa hampir semua desa di daerah pemilihannya mengusulkan proyek semenisasi jalan dan pengembangan jalan usaha tani. Usulan-usulan ini telah diakomodasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda).
“Fokus utama kami adalah infrastruktur, terutama semenisasi jalan dan jalan usaha tani. Hampir seluruh desa di dapil saya mengajukan usulan semenisasi, dan semua itu sudah diakomodasi oleh Bapedda,” katanya.
Namun, Yan juga mencatat bahwa beberapa usulan terkait pengembangan ternak belum banyak diakomodasi, karena dianggap belum mendesak dibandingkan dengan kebutuhan infrastruktur yang lebih mendesak.
“Usulan terkait pengembangan ternak tidak banyak diterima karena dianggap belum prioritas. Namun, saya berharap di masa depan, lebih banyak usulan terkait sektor ini dapat dipertimbangkan,” tambahnya.
Yan menegaskan komitmennya untuk terus turun ke lapangan dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat di periode mendatang. Dia menekankan bahwa semua program yang ada adalah hasil dari aspirasi masyarakat, bukan inisiatif pribadi.
“Di periode berikutnya, saya tidak akan memiliki program pribadi. Semua program yang ada adalah hasil dari aspirasi masyarakat yang saya temui. Tugas kami adalah mendengar dan merealisasikan keinginan mereka,” tutupnya.
(Idm/Adv/DPRD Kutim)


