Galactus Jadi Villain Utama di Fantastic Four: First Step

Terbit: 3 Agustus 2024

Fantastic Four: First Step Galactus
The Fantastic Four: First Step direncanakan akan tayang pada 25 Juli 2025. (IMDb)

Uniknya, cerita “Fantastic Four” kali ini akan mengambil latar di luar semesta utama Marvel (Earth-616) dengan nuansa retro-futuristik yang menarik. Perjalanan tim Fantastic Four ke luar angkasa untuk menghadapi Galactus pun menjadi salah satu daya tarik utama film ini. Meski begitu, kehadiran mereka tetap akan terasa di dua film “Avengers” mendatang, “Avengers: Doomsday” dan “Avengers: Secret Wars”.

Presiden Marvel Studios, Kevin Feige, menjelaskan bahwa pemilihan Galactus sebagai musuh utama adalah bagian dari visi jangka panjang mereka untuk MCU. “Kami ingin menghadirkan kisah-kisah epik dengan karakter-karakter ikonik yang dapat memikat penggemar. Galactus adalah sosok yang sempurna untuk menantang Fantastic Four dan seluruh alam semesta Marvel,” ujar Feige.

Selain Galactus, film ini juga dikabarkan akan menampilkan sejumlah karakter Marvel lainnya yang belum terungkap. Lebih dari itu, “Fantastic Four: First Steps” akan menggali lebih dalam asal-usul tim superhero ini dan bagaimana mereka harus bersatu untuk menghadapi ancaman kosmik yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dengan jadwal rilis pada tahun 2025, film “Fantastic Four” menjadi salah satu proyek yang paling dinantikan oleh para penggemar Marvel. Kehadiran Galactus sebagai musuh utama dipastikan akan menghadirkan aksi spektakuler.

Mengenal Galactus, Villain Terkuat Pemakan Pemakan Planet

Dalam Marvel, Galactus bukanlah sekadar penjahat biasa. Ia adalah entitas kosmik yang lahir dari kehancuran alam semesta sebelumnya. Asalnya dari planet Taa, sebuah peradaban maju yang berusaha bertahan hidup di tengah malapetaka universal. Gagal menyelamatkan planetnya, ilmuwan bernama Galan terjebak dalam ledakan kosmik yang mengubahnya menjadi Galactus.

Sebagai wujud dari kekuatan kosmik, Galactus memiliki nafsu makan yang tak terpuaskan. Planet-planet baginya adalah santapan lezat yang memberikan energi bagi keberlangsungan hidupnya. Proses konsumsi planet ini melibatkan transformasi materi planet menjadi energi murni yang kemudian diserap oleh Galactus. Kekuatan kosmik yang dimilikinya pun semakin bertambah seiring dengan setiap planet yang ia habiskan.

Dalam perjalanannya mencari planet-planet untuk dikonsumsi, Galactus tak pernah sendirian. Ia memiliki para utusan yang dikenal sebagai Herald of Galactus. Para Herald ini adalah individu-individu yang telah diberi sebagian kekuatan kosmik oleh Galactus dengan tugas mencari planet yang cocok untuk dijadikan santapan. Salah satu Herald yang paling terkenal adalah Silver Surfer, seorang alien bijaksana yang awalnya berusaha mencegah Galactus menghancurkan planetnya.

Sebagai perwujudan dari Power Cosmic, Galactus memiliki kekuatan yang nyaris tak terbatas. Selain kemampuannya menghancurkan planet, ia juga menguasai telepati, telekinesis, manipulasi energi, dan kemampuan membuka portal antar dimensi. Kekuatannya bahkan setara dengan para Celestial, makhluk kosmik yang menciptakan kehidupan di alam semesta.

Galactus seringkali digambarkan sebagai ancaman terbesar bagi alam semesta. Nafsu makannya yang tak terkendali membuat banyak peradaban di ambang kepunahan. Namun, di balik sosok mengerikannya, Galactus juga memiliki sisi kompleks. Ia seringkali digambarkan sebagai sosok yang tragis, terjebak dalam siklus abadi kelaparan dan kehancuran. (Day)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved