Perkuat Benteng Pertahanan Melawan Polio, Pemkab Berau Targetkan Imunisasi 35.740 Anak

Terbit: 10 Agustus 2024

imunisasi
Bupati Berau Sri Juniarsih saat diwawancarai.

Prolog.co.id, Tanjung RedebKabupaten Berau tengah gencar melakukan imunisasi polio untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen ini. Sasarannya adalah 35.740 anak usia 0-7 tahun.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap merebaknya kasus polio di beberapa daerah di Indonesia. Pemerintah Kabupaten Berau, melalui Dinas Kesehatan, berkomitmen untuk melindungi anak-anak dari ancaman polio.

Bupati Berau, Sri Juniarsih mengingatkan masyarakat, untuk waspada terhadap potensi kemunculan kembali polio, setelah adanya laporan kasus di beberapa daerah di Indonesia.

“Langkah ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan kasus polio di berbagai wilayah tanah air,” ungkapnya pada Sabtu, 10 Agustus 2024.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) khusus polio sebagai upaya pencegahan. Imunisasi ini pun mencakup Kabupaten Berau.

Adapun Proses imunisasi telah berjalan sejak 23 Juli dan ditargetkan selesai pada pertengahan Agustus. Tim medis telah mengunjungi posyandu, puskesmas, dan sekolah-sekolah untuk memberikan vaksin polio kepada anak-anak.

Apalagi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) khusus polio sebagai upaya pencegahan, yang juga mencakup Kabupaten Berau.

“Vaksinasi tahap pertama telah dimulai sejak 23 Juli lalu. Kami mengimbau seluruh orang tua untuk ikut serta dalam program imunisasi ini,” ujar Bupati Berau, Sri Juniarsih.

Sementara itu, Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie mengatakan, imunisasi dalam PIN Polio sangat krusial untuk mencegah virus yang bisa menyebabkan kelumpuhan permanen, terutama bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. PIN Polio menargetkan semua anak usia 0 hingga 7 tahun, tanpa mempedulikan status imunisasi mereka sebelumnya.

“Kami sudah melaksanakan vaksinasi secara merata di 13 kecamatan. Syukurlah, sampai saat ini Berau belum mencatatkan kasus polio,” jelas Sarie.

Vaksinasi polio yang lengkap, terdiri dari vaksin polio tetes dan suntik, adalah bagian dari program nasional untuk mencegah polio.

“Jika anak menunjukkan gejala seperti sakit tenggorokan, demam, mual, kelelahan, sakit kepala, kekakuan leher, atau nyeri badan, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbaunya.

Anak-anak yang berisiko tertular polio adalah mereka yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk, dan tidak menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Polio tidak bisa diobati, tapi bisa dicegah dengan imunisasi polio tetes,” tegasnya.

Setelah vaksinasi tahap pertama, akan dilakukan sweeping selama lima hari, diikuti dengan vaksinasi kedua pada 13-17 Agustus, dua minggu setelah vaksinasi pertama.

Sejauh ini, Vlvaksinasi berjalan dengan baik, dengan rata-rata 5.000 anak divaksin per hari. Namun, beberapa pusat kesehatan masyarakat di daerah terpencil belum melaporkan hasilnya.

“Vaksinasi dilakukan di Posyandu, PKM, dan melalui kunjungan ke sekolah-sekolah. Pada hari pertama (13 Juli 2024) saja, capaian vaksinasi mencapai 80 persen per PKM.

(Dr/Adv/Pemkab Berau)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved