Yusuf Silambi Serukan Tindakan Serius Pemkab Kutim dalam Mengatasi Masalah Sampah

Terbit: 15 Juli 2024

Yusuf Silambi
Yusuf Silambi, anggota Komisi C DPRD Kutai Timur. (Ist)

Prolog.co.id, Sangatta – Yusuf Silambi, anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap kondisi lingkungan di Kota Sangatta yang terganggu akibat penanganan sampah yang kurang efektif.

Yusuf Silambi menjelaskan bahwa sejumlah titik di kota, termasuk sepanjang Jalan Utama AW. Syahrani, dipenuhi oleh tumpukan sampah. Situasi ini tidak hanya merusak citra kota, tetapi juga berdampak negatif pada kualitas lingkungan.

“Kami mendesak agar penanganan sampah dilakukan dengan lebih serius dan efisien. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi beban pada Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Batota,” ujar Yusuf Silambi saat ditemui oleh awak media di DPRD Kutai Timur.

Yusuf juga menyoroti perlunya percepatan pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah yang dijanjikan oleh perusahaan tambang lokal di kawasan Rantau Pulung.

Fasilitas ini diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah yang harus ditangani oleh TPA Batota, tetapi juga menyediakan solusi jangka panjang yang berkelanjutan untuk masalah sampah di kota ini.

“Penanganan sampah tidak bisa ditunda lebih lama. Percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah sangat krusial untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di Kota Sangatta,” tambahnya.

Lebih jauh, Yusuf Silambi menekankan pentingnya langkah-langkah serius dan inovatif dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam menangani masalah sampah.

“Kita perlu memikirkan solusi jangka panjang yang efektif dan efisien untuk mengelola sampah serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” ujarnya.

Yusuf berharap agar seluruh pihak terkait, termasuk masyarakat, dapat bekerja sama untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi masalah sampah.

“Komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah kunci untuk menciptakan Kota Sangatta yang lebih bersih dan sehat untuk semua,” tutupnya.

(Idm/Adv/DPRD Kutim)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved