Pameran CIYAAAT! Soroti Korupsi Sumber Daya Alam di Kalimantan Timur

Terbit: 7 September 2024

korupsi
Potongan buletin karya dari seniman Robby Ocktavian (Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Pameran seni bertajuk “CIYAAAT!” digelar untuk mengangkat isu korupsi di sektor sumber daya alam (SDA) di Kalimantan Timur. Korupsi di sektor ini, yang dianggap lebih merusak dibanding korupsi anggaran APBN atau APBD, telah menyebabkan kerugian besar bagi negara dan merusak lingkungan hidup. Hal ini tercermin dari beberapa kasus korupsi, termasuk yang melibatkan mantan Bupati Kutai Kartanegara, Syaukani dan putrinya, Rita, yang dinilai telah merusak alam secara sistematis.

Program yang merupakan presentasi Salsabila selaku Alumni SAKTI ICW Samarinda dan berkolaborasi bersama Samar Projek, menyoroti kasus korupsi di sektor perizinan SDA kerap melibatkan berbagai pihak, termasuk keluarga politikus dan pejabat.

“Salah satu contohnya adalah perizinan pertambangan di Kutai Kartanegara yang diberikan tanpa memperhatikan analisis dampak lingkungan (AMDAL),” ujar Salsabila.

Ia menyatakan, korupsi tersebut tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menyebabkan kerusakan lingkungan yang luas, mulai dari pencemaran udara hingga kematian anak-anak akibat lubang tambang.

Lebih lanjut sebagai upaya membangkitkan kesadaran akan bahaya korupsi di sektor SDA, sebuah pameran seni bertajuk “CIYAAAT!” digelar di Samarinda oleh Alumni Sekolah Antikorupsi (SAKTI) Pemuda 2022, Salsabila, yang berkolaborasi dengan Samarprojek.

“Pameran ini merupakan bagian dari tindak lanjut Sekolah Antikorupsi Krisis Iklim Kalimantan Timur 2022 yang digelar oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim,” jelasnya.

Pameran yang menampilkan berbagai karya seni yang memvisualisasikan dampak korupsi SDA melalui berbagai medium seni, termasuk metafora visual yang menggambarkan tipu muslihat para koruptor. Seniman seperti Dahri Dahlan, Fachmi R, Iqarosse, Kholif Mundzira, dan Robby Ocktavian turut berpartisipasi dalam pameran ini.

Salsabila memaparkan, rangkaian acara pameran dimulai pada 8 September 2024 dengan pertunjukan monolog oleh Bhuyung dan sesi diskusi bertema “Demokrasi Transaksional dan Model Korupsi Ekstraktivisme di Kalimantan Timur”. Acara lainnya termasuk tur pameran dengan media pada 9 September 2024 serta sesi diskusi kedua dengan tema “Merawat Padi Tanpa Gulma” pada 15 September 2024. Pameran ini akan berlangsung hingga 15 September 2024 di Tco Coffe, Samarinda, dan dibuka untuk umum tanpa biaya masuk.

“Pameran ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran publik tentang korupsi SDA, khususnya di Kalimantan Timur, dan dampaknya yang lintas generasi. Pameran ini juga didukung oleh ICW melalui program Sayembara GAAS 2024,” tandasnya.

(Mat)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved