Judi Online Jadi Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Melambat

Terbit: 4 Oktober 2024

Pertumbuhan Ekonomi
Suasana dalam FIN Expo 2024 di Balikpapan. (Ist)

“Konsumsi, investasi, ekspor, dan impor akan diperhatikan. Kami terus memantau berbagai faktor untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, terutama di kuartal ketiga dan keempat,” ujar Sri Mulyani dalam pernyataan beberapa waktu lalu.

Nathalya Wani Sabu, Executive Vice President Contact Center & Digital Services BCA, menyebut bahwa judi online memengaruhi pengeluaran masyarakat, khususnya untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.

“Orang yang bermain judi online cenderung mengalihkan uang belanja mereka untuk berjudi, sehingga konsumsi kebutuhan sehari-hari berkurang,” kata Wani dalam acara FIN Expo 2024, Kamis, 3 Oktober 2024.

Menurut Wani, uang yang seharusnya dibelanjakan untuk produk-produk dalam negeri justru dihabiskan di platform judi online.

Kondisi ini berdampak negatif terhadap sektor konsumsi, yang merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

“Ini mungkin salah satu alasan mengapa ekonomi kita melambat,” imbuhnya.

Wani juga mengimbau masyarakat untuk menghindari judi online, yang menurutnya tidak jauh berbeda dengan bentuk penipuan.

Ia mendorong agar masyarakat lebih fokus pada pengeluaran yang produktif, seperti berinvestasi di lembaga keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Dengan berinvestasi, keuangan masyarakat bisa lebih terjaga dan dapat meningkatkan nilai mata uang mereka,” jelasnya.

Meski demikian, Wani tetap optimistis bahwa kondisi ekonomi, baik global maupun dalam negeri, akan membaik pada akhir tahun 2024. Ia juga menekankan pentingnya upaya bersama untuk memberantas judi online guna menjaga pertumbuhan ekonomi yang sehat. (Day)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved