Menjelang Nataru, Pemkot Samarinda Pantau Ketersediaan dan Harga Bapokting

Terbit: 12 Desember 2024

Pemkot Samarinda
Pemkot Samarinda dan sejumlah instansi terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok penting (bapokting) di pasar, Rabu (11/12/2024).(Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama sejumlah instansi terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok penting (bapokting), Rabu 11 Desember 2024.

Sidak yang dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Marnabas Patioy, ini diikuti berbagai perwakilan instansi, termasuk DPRD, Polresta Samarinda, Dandim 0901, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dishub, Dinas Perdagangan, Dinas Ketapangtani, BPOM, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Kegiatan sidak tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Samarinda untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok selama periode Nataru.

Berdasarkan hasil pemantauan, stok bahan pokok seperti ikan, minyak goreng, gula, dan beras dalam kondisi aman dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.

Sementara itu, untuk stok beras yang ada di gudang Bulog tercatat mencapai 5.000 ton, sementara minyak goreng dan gula terpantau stabil di swalayan Loa Janan.

Namun, sidak juga menemukan adanya kenaikan harga bawang merah yang mencapai Rp42.000 per kilogram (kg), sementara harga normalnya sekitar Rp32.000 per kg.

Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Samarinda meminta PT Varia Niaga selaku Perusahaan Daerah (Perusda) untuk menjalin kerja sama dengan daerah pemasok seperti Brebes dan Enrekang guna menambah pasokan.

“Kami bersama tim, termasuk dari Kejaksaan dan Kepolisian, telah memantau langsung di Pasar Palaran. Untuk bahan pokok lainnya, seperti minyak goreng dan gula, kondisinya aman terkendali,” jelas Marnabas.

Dirinya pun menekankan bahwa pentingmya pengendalian inflasi melalui kolaborasi dengan daerah lain, serta memastikan distribusi barang dapat berjalan dengan lancar.

“Masyarakat dihimbau untuk tidak panic buying atau pembelian secara berlebihan yang berpotensi menyebabkan kelangkaan,” imbuhnya.

(Don)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved