Prolog.co.id, Samarinda – Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Republik Indonesia (RI) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi Mangrove dan Team Building Program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) di Fugo Hotel Samarinda, pada Senin hingga Rabu, 23-25 Desember 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat upaya rehabilitasi mangrove di Kalimantan Timur (Kaltim), serta meningkatkan koordinasi antara berbagai pihak terkait.
Manajer PPIU Kaltim, Azman Azin, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa Rakor ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung program rehabilitasi mangrove. Program M4CR yang digagas BRGM bertujuan untuk merehabilitasi mangrove seluas 75 ribu hektare di empat provinsi, yaitu Kaltim, Kalimantan Utara (Kaltara), Riau, dan Sumatera Utara.
“Di Kaltim sendiri, target rehabilitasi mangrove mencapai 30,46 ribu hektare yang akan dilaksanakan selama tiga hingga empat tahun, mulai 2024 hingga 2027,” ujarnya, Senin 23 Desember 2024.
Untuk kegiatan rehabilitasi mangrove di Bejua Etam ini mencakup enam kabupaten, antara lain Kutai Kartanegara, Bontang, Kutai Timur, Berau, Penajam Paser Utara, dan Paser. Azman Azin menambahkan bahwa saat ini rehabilitasi sudah dimulai di tiga kecamatan di Kutai Kartanegara, yakni Muara Badak, Anggana, dan Muara Jawa, dengan luas sekitar 4.445 hektare yang melibatkan 34 kelompok masyarakat setempat.
“Program ini dilaksanakan dengan pendekatan swakelola dan padat karya, yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses rehabilitasi,” tambahnya.
Azman berharap, melalui Rakor ini, dukungan dari semua pihak, termasuk aparat hukum, dapat diperoleh untuk memastikan bahwa rehabilitasi mangrove di Kaltim dapat berjalan lancar dan mencapai hasil yang maksimal.
“Koordinasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait diharapkan dapat memaksimalkan pemulihan ekosistem mangrove yang penting untuk ketahanan pesisir dan keberlanjutan lingkungan di wilayah tersebut,” imbuhnya.
(Don)


