Dinsos Kaltim Siapkan Strategi Penanganan Kemiskinan Ekstrem di Tahun 2025

Terbit: 15 Januari 2025

kemiskinan ekstrem
Ilustrasi kemiskinan ekstrem. (Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mematangkan program percepatan penanganan kemiskinan ekstrem.

Hal tersebut seperti yang disampaikan Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kaltim, Saprudin Saida mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2022.

“Program ini ditargetkan mulai berjalan pada 2025, dengan fokus membantu 1.500 penerima manfaat (KPM) di wilayah Kaltim,” ujar Saprudin.

Menurutnya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2024, terdapat sekitar 200 ribu warga miskin di Kaltim. Namun, data spesifik mengenai kemiskinan ekstrem masih dalam proses validasi oleh kabupaten/kota. Hal ini menjadi dasar bagi Dinsos Kaltim untuk menyusun strategi yang lebih terarah.

Dia menjelaskan bahwa program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, dan pemerintah desa.

“Pendekatan kami berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk memastikan keakuratan sasaran,” katanya.

Langkah awal program ini menurutnya adalah menata ulang data kemiskinan ekstrem di tingkat kabupaten/kota. Setelah data diverifikasi, bantuan berupa bimbingan teknis (bimtek) dan pemberdayaan ekonomi akan diberikan kepada masyarakat.

“Kami berencana memberikan bantuan usaha untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Program ini ditargetkan berjalan mulai Triwulan 2 hingga 3 tahun 2025, sekitar April hingga Juni,” tambahnya.

Saprudin berharap program ini menjadi solusi nyata untuk menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayah Kaltim.

“Dengan koordinasi yang baik, kami optimistis program ini akan berdampak signifikan bagi masyarakat,” tutupnya.

(Mat)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved