Prolog.co.id, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) menggandeng sejumlah perguruan tinggi dalam perumusan program kuliah gratis.
Program ini merupakan inisiatif dari Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, yang baru dilantik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan, mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengundang jajaran civitas akademika dari berbagai perguruan tinggi di Kaltim, termasuk Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI), Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan, dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Untuk berdiskusi guna bertujuan untuk memperkuat data serta mendapatkan masukan guna memastikan keberhasilan program Gratispol.
“Kami memerlukan data akurat mengenai jumlah mahasiswa di Kaltim untuk mempercepat implementasi program ini,” kata Rahmat.
Tim transisi turut dilibatkan dalam penyusunan teknis program ini, termasuk kriteria penerima manfaat serta perluasan cakupan program. Saat ini, persyaratan penerima masih dalam tahap pembahasan agar program ini dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran.
Rahmat juga menyampaikan bahwa diskusi dan tahap awal pendataan terkait program pendidikan gratis seharusnya dilakukan pada 19 Februari, namun ditunda hingga setelah pelantikan gubernur dan wakil gubernur baru.
“Diskusi akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat untuk memperjelas mekanisme pelaksanaan program,” ujarnya.
Ia pun meminta masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa di Kaltim, untuk bersabar menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai program ini.
“Konsepnya masih dalam tahap finalisasi, dan kami masih menunggu petunjuk teknis dari gubernur,” tambahnya.
Sebagai salah satu janji kampanye Rudy Mas’ud dan Seno Aji, program Gratispol diharapkan mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi warga Kaltim untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya. Mulai dari jenjang SMA hingga program doktoral (S3), Gratispol dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur serta mendorong kemajuan pendidikan di daerah tersebut.
(Mat)


