Prolog.co.id, Samarinda – Timnas Indonesia U-17 mampu melaju ke Piala Dunia Qatar 2025. Keberhasilan seluruh punggawa garuda muda ini menjadi perhatian khalayak, tak terkecuali Dafa Zaidan El Fikri, pesepak bola asal Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).
Nama Dafa Zaidan El Fikri sebagai benteng kokoh Timnas Indonesia U-17 ini mampu mencuri perhatian penggemar speak bola. Ia berkontribusi dalam menciptakan dua clean sheet dan hanya sekali kebobolan di fase penyisihan grup C Piala Asia U-17 2025 lalu.
Dafa Zaidan El Fikri lahir di Kota Balikpapan, Kaltim pada 27 Oktober 2008. Pemain yang kini masih berusia 16 tahun ini berposisi sebagai bek kanan. Memiliki tinggi badan 1,64 meter.
Dari laman Dispora Balikpapan, dijelaskan Dafa berasal dari Sekolah Sepakbola (SSB) Satria Kurma Balikpapan yang berhasil masuk ke dalam Akademik PFH Sukoharjo dan memperkuat Persis Solo, dan lolos seleksi timnas.
Dalam laman Transfermarket pemain yang dominan dengan kaki kanan ini merupakan pemain asal klub kuat Liga 1, yakni Borneo FC Samarinda. Sebelum berlabuh di Borneo FC Youth periode 1 Agustus 2024-2025, Dafa lebih dulu berada di Persis Solo Youth 2023-2024.
Dafa Zaidan El Fikri Memiliki Minat Sepak Bola Sejak Kecil
Kristiono, ayah dari Dafa Zaidan El Fikri menyebut jika anaknya telah menunjukkan minatnya sejak berusia 4. Dafa suka ikut latihan dan semakin tertarik dengan olahraga mengolah si kulit bundar ini.
“Sejak kecil dia sudah suka ikut latihan, semangat dan sangat tertarik dengan sepak bola,” ungkapnya.
Kemudian pada usia 10 tahun atau masih duduk di bangku kelas 4 SD, ia mengikuti SSB Satria Kurma. Dilanjut waktu SMP pembinanaan di Sukoharjo PFA. Dan saat ini bersekolah di SMA Veteran Sukoharjo, Jawa Tengah.
Dafa memang memiliki kemauan yang keras. Hal ini tergambarkan tergambarkan ketika latihannya.
“Dafa memang punya kemauan keras. Latihan terus meskipun sampai lecet. Kami ajari cara menjaga stamina supaya tidak mudah capek,” tambahnya.
Disparpora akan Berikan Dukungan dan Bonus
Keberhasilan seoarang anak asal ‘Kota Minyak’ ini menyita perhatian dari warga lokal hingga pejabat. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Ratih Kusuma menyampaikan rasa bangga dan haru atas pencapaian itu
Ratih mengakui bahwa mengikuti perjalanan karier Daffa sejak bermain di Sekolah Sepak Bola (SSB) local. Ia melihat adanya dukungan pihak keluarganya serta kemauan yang besar dari anak tersebut.
“Keluarganya sangat mendukung, dan dia sendiri sangat fokus. Saat dia pulang setahun lalu, saya jemput langsung di bandara karena saya yakin dia punya potensi besar,” ujarnya.
Dirinya pun berusaha akan memperjuangkan bentuk apresiasi berupa bonus kepada Dafa sebagai bentuk dukungan dan juga motivasi kepada atlet muda Kota Beriman.
“Ini penting sebagai penghargaan dan pemicu semangat atlet-atlet muda Balikpapan lainnya,” imbuhnya.
(Don)


