Sistem Jurusan SMA Akan Dihidupkan Kembali, Disdikbud Kaltim Siap Ikuti Arahan Kementerian

Terbit: 16 April 2025

Disdikbud Kaltim
Suasana belajar mengajar di SMA (Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur (Disdikbud Kaltim) menyatakan kesiapan untuk mengikuti kebijakan baru pemerintah pusat terkait penerapan kembali jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di tingkat SMA.

Meski begitu, Disdikbud Kaltim menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) resmi dari Kementerian Pendidikan.

Kebijakan tersebut mulai mencuat setelah adanya pernyataan Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, terkait rencana menghidupkan kembali sistem penjurusan di SMA. Tujuannya adalah mendukung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan menjadi bagian dari sistem evaluasi nasional.

Sistem jurusan sempat dihapus selama penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di masa kepemimpinan Nadiem Makarim sebagai Mendikbudristek. Kurikulum tersebut mendorong siswa untuk memilih mata pelajaran sesuai minat dan bakat tanpa sekat. Namun kini, sistem tersebut dipertimbangkan untuk dikembalikan.

Plt. Kepala Disdikbud Kaltim, Rahmad Ramadhan, mengatakan bahwa pihaknya belum bisa mengambil langkah konkret karena belum ada arahan resmi dari pemerintah pusat.

“Pada prinsipnya kami di daerah siap melaksanakan kebijakan apapun dari kementerian. Tapi untuk sekarang, kami masih menunggu juknis resmi,” ujarnya.

Rahmad juga menjelaskan bahwa informasi mengenai kembalinya sistem jurusan baru tersebar melalui media sosial dan pernyataan umum, namun belum diikuti dengan surat edaran atau pedoman teknis.

“Kami belum bisa bicara banyak karena belum ada kejelasan tertulis. Tapi kalau sudah ada arahan, kami tentu akan menyesuaikan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa jika sistem jurusan diaktifkan kembali, kemungkinan besar akan ada pengembangan atau penyesuaian yang menyesuaikan dengan kebutuhan zaman.

“Mungkin saja nantinya jurusan tetap ada, tapi dengan tambahan materi atau pendekatan baru yang membuat proses belajar jadi lebih dinamis dan relevan,” katanya.

Disdikbud Kaltim juga membuka diri terhadap kemungkinan adanya perubahan dalam struktur kurikulum di daerah. Rahmad menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti segala bentuk regulasi baru yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di Kaltim.

“Selama itu bertujuan baik, kami di daerah siap mendukung. Yang terpenting adalah peningkatan mutu pendidikan dan kesiapan sekolah dalam menyesuaikan sistem baru,” tegasnya.

Saat ini, Disdikbud Kaltim masih terus memantau perkembangan dari pemerintah pusat dan menunggu arahan resmi agar bisa segera melakukan penyesuaian di tingkat satuan pendidikan.

(Mat)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved