Prolog.co.id, Samarinda – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur memastikan hingga kini belum ditemukan kasus gigitan rabies di wilayah tersebut. Meski begitu, upaya pengendalian terus dilakukan secara intensif untuk mencegah penyebaran virus mematikan itu.
Medik Veteriner DPKH Kaltim, Bambang Muriadi mengungkapkan, pihaknya secara berkala melakukan pemeriksaan sampel kepala anjing untuk mendeteksi indikasi rabies. Meski belum ada kasus gigitan, hasil pemeriksaan sempat menunjukkan adanya hewan yang positif terinfeksi virus tersebut.
“Rabies bisa menular lewat gigitan, cakaran, atau perubahan perilaku hewan. Maka meski belum ada gigitan, kami tetap siaga,” jelas Bambang.
Menurutnya, wilayah-wilayah tertentu seperti kawasan pergudangan kerap menjadi tempat berkembangbiaknya anjing liar, yang rawan menjadi pembawa virus rabies.
“Namun hingga kini, belum ada laporan gigitan hewan di Kaltim yang terkonfirmasi rabies,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya siap melakukan tindakan cepat berupa sterilisasi jika ditemukan kasus gigitan. Selain itu, vaksinasi rutin juga terus digelar meskipun terkadang terkendala dengan keterbatasan stok vaksin.
“Kita terus lakukan vaksinasi. Tapi idealnya, tidak hanya anjing yang diperiksa, kucing juga penting karena banyak dipelihara masyarakat,” tambahnya.
Bambang mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika menemukan hewan dengan perilaku mencurigakan. “Walau belum ada gigitan, kewaspadaan tetap harus dijaga,” pungkasnya.
(Mat)


