Prolog.co.id, Semarang – Borneo FC Samarinda mencatat kemenangan telak atas PSIS Semarang dengan skor 5-2 dalam lanjutan BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat 25 April 2025. Pesut Etam sebagai tamu tampil dominan sejak awal laga.
Skuad besutan pelatih Joaquin Gomez langsung menggebrak sejak menit awal. Mariano Peralta membuka keunggulan cepat di menit ke-9, disusul gol Berguinho pada menit ke-19. Ronaldo Rodrigues De Souza memperbesar keunggulan menjadi 3-0 di menit ke-40, dan Habibi A Jusuf mencetak gol keempat melalui titik putih pada masa injury time babak pertama (45+1). Babak pertama pun ditutup dengan skor 4-0 untuk keunggulan Pesut Etam.
Memasuki babak kedua, PSIS mencoba bangkit dan mencetak dua gol balasan melalui Moch Sandy Ferizal di menit ke-54 dan Joao Ferrari pada menit ke-66. Namun, Borneo FC memastikan kemenangan dengan gol kedua Mariano Peralta di penghujung laga (90+6).
Hasil ini membawa Borneo FC naik ke posisi keenam klasemen sementara dengan 46 poin dari 13 kemenangan, 7 imbang, dan 10 kekalahan. Sementara itu, PSIS Semarang harus puas di posisi ke-16 dengan 25 poin.
Pelatih Borneo FC Samarinda, Joaquin Gomez, mengungkapkan rasa puasnya atas performa anak asuhnya. Ia menyebut bahwa kemenangan tersebut adalah hasil dari kerja keras tim setiap harinya.
“Saya sangat puas dengan performa dan hasil hari ini. Setelah beberapa pertandingan dengan permainan bagus tapi tanpa hasil maksimal, akhirnya para pemain mendapatkan apa yang mereka pantas dapatkan,” tuturnya usai laga.
Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut mengutarakan bahwa dalam 20 menit babak pertama pihaknya mampu unghul 2-0 karena permainan yang sangat komplit baik menyerang maupun bertahan.
Namun setelah itu, dirinya menyoroti kondisi lapangan yang menyulitkan permainan diakibatkan hujan deras, sehingga sempat berubah menjadi tidak ideal untuk berjalannya pertandingan.
“Pertandingan menjadi mengerikan karena kondisi di mana kamu tak bisa mengoper bola di lapangan. Operan menjadi terhambat,” bebernya.
Dan di babak kedua, Coach Gomez mengakui bahwa pihaknya memberikan mereka sedikit harapan dengan beberapa kesalahan dari memainkan bola panjang dan bola pendek. Kemudian, mereka melanjutkan dengan menyesuaikan.
“Setelah kami mengeruk dan berjuang dengan kondisi yang aneh dan akhirnya kami berhasil. Para pemain datang dan melakukannya kerja yang sangat-sangat bagus. Dan mereka sangat pantas mendapatkannya,” imbuhnya.
(Don)


