Prolog.co.id, Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi Jembatan Mahakam I yang kembali ditabrak kapal tongkang beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa aktivitas pelayaran kapal di bawah jembatan itu selama ini tidak memberi kontribusi nyata bagi daerah.
“Sudah 23 kali jembatan ditabrak. Ini jelas membahayakan dan merugikan. Karena itu, penghentian sementara aktivitas di bawah jembatan harus dilakukan,” kata Seno Aji, Rabu 23 April 2025.
Meski kewenangan pengelolaan alur pelayaran berada di pemerintah pusat, Seno menyatakan bahwa Pemprov Kaltim memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi keselamatan masyarakat yang melintasi jembatan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa Pemprov Kaltim tengah mengusulkan pengambilalihan pengaturan lalu lintas kapal di bawah Jembatan Mahakam. Tujuannya tak hanya untuk menghindari insiden berulang, tetapi juga untuk membuka peluang peningkatan pendapatan asli daerah.
“Selama puluhan tahun, aktivitas kapal di bawah kolong jembatan tidak pernah memberikan keuntungan bagi Kaltim. Ini yang ingin kami ubah,” ujarnya.
Menurut Seno, Gubernur Kaltim juga sudah bertemu langsung dengan Menteri Perhubungan untuk membahas usulan tersebut. Surat permohonan resmi juga telah disampaikan ke pemerintah pusat, dan kini pihaknya menanti tindak lanjut.
“Kalau dibiarkan, jembatan bisa terus ditabrak. Ini harus segera diatur ulang,” tegasnya.
Pemprov berharap, melalui pengambilalihan ini, keselamatan masyarakat lebih terjamin dan daerah dapat meraih manfaat ekonomi yang selama ini terlewatkan.
(Mat)


