Prolog.co.id, Samarinda – Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak pukul 04.30 WITA, Senin 12 Mei 2025, menyebabkan serangkaian bencana alam berupa tanah longsor, pohon tumbang, dan banjir yang meluas di berbagai titik kota.
Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Kota Samarinda, tercatat tujuh lokasi mengalami tanah longsor. Lokasi tersebut antara lain Jalam Bengkuring Raya Gang Kangkung, Jalan Belimau Raya, Jalan M. Yamin Kampus Biru Perum Mitra Mas, Jalan Wanyi Poros Tahfidzul Qur’an Daarul Falaah, Jalan Parkesit RT 08 Kelurahan Handil Bakti, Jalan Ampera RT 16 Kelurahan Rawa Makmur, dan SMPN 9 Kelurahan Sambutan.
Menurut informasi yang didapat kejadian longsor di Jalan Belimau Raya dilaporkan menimbulkan korban, dengan tiga orang tertimbun. Yang sedari tadi tim sudah melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi.
Selain itu, lima titik pohon tumbang dilaporkan terjadi di Jalan Mugirejo Tanjakan Lubuk Sawah, Jalan Sawi 2 Bengkuring, Jalan HAM Rifadin, Jalan AWS Gang 7 Perum Villa Darus Sofa Lestari, dan Jalan Dwikora RT 20 Kelurahan Simpang Pasir.
Banjir juga melanda hampir seluruh kawasan Samarinda, dengan ketinggian air antara 35 cm hingga 80 cm. Setidaknya lima kecamatan terdampak, yakni Samarinda Utara, Samarinda Ulu, Sungai Pinang, Samarinda Ilir, dan Loa Janan Ilir.
Tercatat lebih dari 30 titik genangan tersebar di sejumlah ruas jalan utama seperti Flyover Juanda, Jalan Antasari, Jalan Kadrie Oening, Simpang Lembuswana, hingga kawasan Bandara APT Pranoto. Ribuan rumah warga dan fasilitas publik ikut terendam.
Hingga kini, walaupun hujan telah berhenti mengguyur Kota Samarinda setidaknya masih ada beberapa lokasi yang terendam, BPBD juga terus melakukan pemantauan dan penanganan darurat di lapangan.
(Mat)


