Prolog.co.id, Samarinda — Program Sentra Pangan Bergizi (SPPG) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan kemajuan signifikan. Kepala Regional Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kaltim, Binti Maulina Putri, menyampaikan bahwa layanan SPPG kini bertambah dari empat menjadi tujuh titik.
Tiga titik baru tersebut berada di Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir, serta Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara.
“Ini bentuk perluasan akses pangan bergizi bagi siswa sekolah di Kaltim,” ujar Binti, Selasa 10 Juni 2025.
Menurutnya meski berada di masa libur sekolah, dapur umum tetap beroperasi meski belum mencapai kapasitas penuh. Seperti di Loa Janan Ilir, layanan menjangkau 2.281 siswa per hari, sementara di Samarinda Seberang 1.070 siswa.
Binti menjelaskan menu makan siang yang diberikan terdiri atas karbohidrat, lauk hewani, lauk nabati, sayur, dan buah, dengan variasi setiap hari dalam siklus lima hari.
Kemudian, Ahli Gizi SPPG Loa Janan Ilir, Tia Rahma Kania, menjelaskan bahwa variasi menu dirancang agar menarik dan seimbang.
“Susu hanya diberikan seminggu sekali, disandingkan dengan telur agar tetap terlihat menarik,” jelasnya.
Anggaran program ini berasal sepenuhnya dari APBN. Untuk jenjang PAUD hingga kelas 3 SD, dengan alokasi dana sebesar Rp13.000 per porsi, sementara untuk kelas 4 SD hingga SMA/SMK sebesar Rp15.000.
Sementara itu, Kepala SMKN 8 Samarinda, Sri Hartono, menyambut baik program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Program ini bisa jadi motivasi tambahan agar siswa rajin hadir di sekolah,” katanya.
Dia juga menyebutkan pentingnya pendataan alergi makanan agar layanan semakin tepat sasaran. Meski berdampak pada pendapatan kantin sekolah, pihaknya tetap memberi ruang usaha.
“Minuman dan jajanan ringan tetap punya pasar. Kita berharap program ini mampu meningkatkan gizi sekaligus semangat belajar para siswa di sekolah,” pungkasnya.
(Mat)


