Prolog.co.id, Yogyakarta – PSIM Yogyakarta resmi mempertahankan striker andalannya, Rafael de Sa Rodrigues atau yang akrab disapa Rafinha, untuk menghadapi tantangan di Liga 1 musim 2025/2026. Keputusan ini dinilai sebagai langkah strategis klub dalam menjaga konsistensi performa setelah sukses promosi dari Liga 2.
Rafinha bukan hanya pencetak gol utama PSIM musim lalu, tetapi juga menjadi simbol loyalitas di tengah banyaknya spekulasi transfer. Dengan torehan 20 gol dari 22 pertandingan dan total waktu bermain mencapai 1.724 menit, penyerang asal Brasil ini menunjukkan kualitasnya sebagai predator di lini depan Laskar Mataram.
Namun, di balik performa impresifnya, keputusan Rafinha untuk tetap berseragam PSIM berakar dari kenyamanan dan hubungan emosional yang ia rasakan sejak bergabung. “Saya memutuskan untuk tetap berada di PSIM karena saya merasa nyaman dan semua orang menerima saya dengan sangat baik sejak hari pertama,” ungkapnya.
Pemain bernomor punggung 91 ini juga menekankan bahwa motivasinya tidak berfokus pada target personal semata, melainkan kontribusi maksimal untuk tim. “Ekspektasi saya selalu untuk menjadi yang terbaik. Saya selalu ingin menjadi yang teratas, dan saya selalu ingin berjuang untuk menunjukkan yang terbaik,” tegasnya.
Rafinha Apresiasi Suporter PSIM Yogyakarta
Tak lupa, Rafinha menyampaikan penghargaan tulus kepada para pendukung setia PSIM yang menurutnya telah menjadi kekuatan utama di balik performa tim. “Untuk para suporter PSIM, tetap dukung kami. Kalian sangat luar biasa. Tanpa kalian, semua ini tidak bisa terjadi. Bersama kita kuat. AYDK,” tuturnya penuh semangat.
Manajer tim PSIM, Razzi Taruna, menyambut positif keputusan Rafinha bertahan dan menyebutnya sebagai kabar baik bagi seluruh elemen tim dan suporter.
“Rafinha merupakan pemain yang instrumental buat PSIM musim lalu. Dia merupakan salah satu top skor di Liga 2, dia juga pemain terbaik,” jelas Razzi. “Dia sangat membantu tim ini untuk berhasil promosi. Jadi sudah sepantasnya dia bertahan,” imbuhnya.
Menghadapi persaingan ketat di kasta tertinggi, PSIM Yogyakarta berharap Rafinha dapat melanjutkan performa gemilangnya dan menjadi tumpuan serangan yang menakutkan bagi pertahanan lawan. (don)


