Stagnasi Ekonomi Wilayah Pesisir Sebulu, Pelatihan dan UMKM Jadi Solusi

Terbit: 25 April 2025

Kecamatan Sebulu
Kasi Kesra Kecamatan Sebulu, Nurul Yakin.

Prolog.co.id, Sebulu – Ketimpangan ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah serius di Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara. Pertumbuhan di wilayah hulu mengalami geliat positif berkat masih aktifnya sektor perkebunan dan pertambangan, namun wilayah pesisir justru tertinggal, bahkan stagnan akibat banyaknya perusahaan yang tutup dalam beberapa tahun terakhir.

Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Sebulu, Nurul Yakin, mengatakan bahwa meski kondisi perekonomian secara umum masih stabil, pemerataan pertumbuhan belum tercapai.

“Secara umum tidak ada kemunduran yang signifikan, tetapi pertumbuhan ekonomi juga tidak merata,” ujar Nurul Yakin.

Menurutnya, tutupnya sejumlah perusahaan di wilayah pesisir membuat banyak warga bermigrasi ke wilayah hulu yang dianggap lebih menjanjikan.

“Banyak masyarakat yang akhirnya berpindah ke daerah hulu karena masih ada sektor yang bertahan, seperti perkebunan dan pertambangan,” katanya.

Mayoritas masyarakat Sebulu memang mengandalkan sektor primer, seperti pertanian, kelapa sawit, peternakan, hingga perikanan.

Namun, keberlangsungan ekonomi tetap sangat tergantung pada dinamika kebijakan perusahaan dan pasar komoditas.
Menjawab tantangan ketimpangan ini, pemerintah kecamatan tengah menyusun program pelatihan kerja dan bantuan modal bagi pelaku UMKM sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal.

“Kami sedang merancang program pelatihan kerja dan bantuan modal bagi pelaku usaha kecil agar mereka dapat bertahan di tengah kondisi ekonomi yang berubah,” ungkapnya.

Pemerintah juga menjalin kerja sama dengan Baznas dan dinas terkait untuk menyalurkan bantuan sosial, termasuk pelatihan keterampilan bagi masyarakat terdampak.

“Harapannya, dengan adanya langkah-langkah ini, kesenjangan ekonomi antarwilayah di Sebulu dapat dikurangi. Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” pungkas Nurul Yakin.

(Adv/Yah)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved