Prolog.co.id, Samarinda – Menteri Koperasi Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi, meyakini kehadiran Koperasi Merah Putih akan langsung terasa di tengah masyarakat, seperti sensasi pedas cabai sejak gigitan pertama. Pernyataan ini disampaikannya usai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK di Convention Hall Samarinda, Kompleks Gelora Kadrie Oening.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini seperti makan cabai, pedasnya langsung terasa. Sama seperti dampaknya ke masyarakat,” kata Menkop Budi Arie kepada wartawan.
Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan Koperasi Merah Putih menjadi alat percepatan pemenuhan kebutuhan pokok warga desa dengan harga terjangkau. Ini mencakup distribusi kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, dan gas LPG. Koperasi ini juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal berbasis gotong royong.
“Saat ini sudah masuk fase pengoperasian bukan pembentukan,” imbuhnya.
Target Koperasi Merah Putih di Kaltim
Dari data yang ada, sebanyak 80.000 unit Koperasi Merah Putih telah terbentuk di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan seluruhnya dapat aktif dan berkontribusi penuh terhadap penguatan ekonomi rakyat hingga akhir 2025.
Khusus di Kalimantan Timur, dari total 841 desa dan kelurahan yang menjadi target, tercatat sebanyak 1.007 koperasi telah menyelesaikan tahapan musyawarah desa hingga akhir Mei 2025. Dari jumlah tersebut, 589 koperasi sudah mengurus legalitas melalui akta notaris, dan 35 di antaranya telah resmi berbadan hukum. Pemerintah Provinsi Kaltim mencatat, setidaknya 400 koperasi desa siap bertransformasi penuh menjadi bagian dari jaringan Koperasi Merah Putih.
Menteri Budi Arie mengaku optimistis, meskipun pengelolaan koperasi di wilayah pedalaman dan terpencil memiliki tantangan tersendiri. Faktor demografi, keterbatasan sumber daya manusia, serta akses wilayah menjadi kendala teknis yang harus diatasi bersama. Namun, ia percaya, dengan semangat gotong royong, seluruh hambatan tersebut dapat diselesaikan.
“Saya senang karena di Kaltim, Koperasi Merah Putih sudah terbentuk dan memiliki badan hukum. Ini tentu menjadi pondasi penting untuk membangun ekonomi desa,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, yang turut mendampingi Menkop Arie, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebut seluruh desa di Kaltim telah memiliki koperasi yang siap beroperasi. “Mudah-mudahan 841 Koperasi Merah Putih di 841 desa di Kaltim semuanya bisa berjalan dengan baik,” kata Seno Aji.
Ia menambahkan, kehadiran koperasi di tingkat desa/kecamatan diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. “Semoga cepat terealisasikan di desa-desa,” pungkasnya. (day)


