Prabowo Luncurkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih, Kaltim Tuntas 100 Persen: Dorong Ekonomi Desa Berbasis Kebutuhan Nyata

Terbit: 22 Juli 2025

Koperasi Merah Putih
Peresmian Koperasi Merah Putih di Kelurahan Lempake (Mat/Prolog.co.id)

Prolog.co.id, Samarinda – Sebanyak 80 ribu unit Koperasi Merah Putih resmi diluncurkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam acara nasional yang digelar di Klaten, Jawa Tengah, Senin 21 Juli 2025.

Peluncuran tersebut bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi desa dan kelurahan di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu program Koperasi Merah Putih menjadi langkah awal konkret dalam agenda besar pembangunan dari desa ke kota.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, turut hadir langsung secara virtual bersama para Kepala OPD dan Forkopimda di Koperasi Merah Putih Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara.

Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa Kalimantan Timur telah menyelesaikan pembentukan koperasi di seluruh desa dan kelurahan secara penuh.

“Alhamdulillah, dari 1.038 desa dan kelurahan di Kaltim, kita sudah berhasil bentuk 1.037 koperasi di Kaltim dan siap bergerak. Ini bukti keseriusan kami menyambut program Presiden untuk membangun Indonesia dari akar rumput,” ujar Rudy.

Tak hanya peluncuran, kegiatan ini juga diiringi dengan penandatanganan nota kesepahaman antara koperasi dan sejumlah BUMN besar seperti Pertamina, PLN, Pupuk Indonesia, Bulog, serta lembaga perbankan.

“Kolaborasi ini diyakini akan memperkuat ekosistem koperasi sebagai motor penggerak ekonomi berbasis kebutuhan masyarakat lokal,” katanya.

Lalu Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Lempake, Adung, merasa bangga koperasinya ditunjuk sebagai salah satu dari 103 koperasi percontohan (mock-up) di Kalimantan Timur. Namun, ia menegaskan pentingnya kesinambungan program.

“Kami tidak ingin ini hanya seremoni. Harus ada hasil nyata bagi masyarakat Lempake, terutama petani dan peternak,” terangnya.

Adung menjelaskan bahwa koperasi yang ia pimpin menerapkan pendekatan berbasis kebutuhan produktif, bukan pinjaman uang tunai.

“Kalau ada petani ingin tanam jagung, kami bantu bibit atau herbisida. Setelah panen, hasilnya diserahkan ke koperasi, dan akan diputar kembali untuk membantu anggota lain,” jelasnya.

Untuk menjamin keberlanjutan, koperasi Lempake telah menjalin komunikasi dengan mitra seperti MBG (Mitra Bina Gizi) guna menyerap hasil pertanian lokal.

“Kami ingin petani punya kepastian harga dan pasar. Itu sebabnya kami siapkan MoU agar ada kontrak jangka panjang,” imbuhnya.

Saat ini, koperasi tersebut dikelola oleh lima pengurus inti dan tiga pengawas. Mereka tengah mengembangkan sistem digitalisasi untuk mendukung transparansi keuangan serta memperkuat partisipasi anggota.

“Koperasi ini lahir dari semangat gotong royong. Kunci keberhasilan ada pada kekompakan anggota. Kami siap menjaga keberlangsungan koperasi ini demi kemandirian ekonomi warga,” tutur Adung.

Dirinya berharap kedepan melalui dukungan pemerintah dan BUMN, serta partisipasi aktif masyarakat, Koperasi Merah Putih bisa menjadi fondasi ekonomi baru yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.

(Mat)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved