Kaltim Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Mahulu, Gaza dan Palestina

Terbit: 1 Agustus 2025

Kaltim
Prosesi pelepasan misi kemanusiaan di Kantor Dinkes Provinsi Kaltim (Mat/Prolog.co.id)

Prolog.co.id, Samarinda — Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan komitmen kuat terhadap kemanusiaan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim secara resmi melepas dua tim relawan untuk misi kemanusiaan, satu ke Mahakam Ulu (Mahulu) guna membantu warga terdampak kekeringan, dan satu lagi ke Gaza, Palestina, sebagai bagian dari Emergency Medical Team (EMT) internasional. Pelepasan tim dilakukan di Kantor Dinkes Kaltim melalui agenda press release, Jumat 1 Agustus 2025.

Kepala Dinkes Kaltim, dr Jaya Mualimin, menyampaikan apresiasinya kepada Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kaltim yang mengirimkan salah satu putra terbaik daerah, dr Bambang Surip, dalam misi global tersebut.

“Ini membanggakan. Putra Kaltim dipercaya mewakili Indonesia dalam EMT internasional ke Gaza. Ini bukti bahwa kita peduli, tak hanya pada bencana lokal seperti di Mahulu, tapi juga terhadap krisis kemanusiaan global seperti genosida di Gaza,” ujar Jaya.

Ia menambahkan, seluruh relawan diminta untuk tetap menjaga keselamatan dengan mematuhi aturan kenegaraan yang berlaku.

“Risiko tinggi, tapi negara hadir. Kami juga akan segera melaporkan keberangkatan ini kepada Gubernur,” katanya.

Dr Bambang sendiri merupakan bagian dari EMT ke-40 secara global dan keempat yang diberangkatkan dari Indonesia. Ia akan berangkat bersama dua relawan lain dari Pulau Jawa, dengan latar belakang spesialis bedah dan spesialis kulit.

“Misi kami di Gaza berlangsung sejak 5 hingga 23 Agustus. Kami masuk melalui Amman, Yordania, dan didukung oleh organisasi Rahma World Wide (RWW),” jelas dr Bambang.

Ia juga menyampaikan bahwa logistik menjadi aspek penting, mengingat banyak pembatasan, terutama untuk bahan makanan bubuk yang tidak diperbolehkan dibawa.

“Kami telah mendapat briefing lengkap dari BSMI dan siap mengikuti seluruh prosedur,” ucapnya.

Bagi dr Bambang, ini bukan sekadar tugas profesi. Sebab ungkapnya menolong itu panggilan hati, kalau tidak terpanggil dirinya pasti tidak akan berangkat.

(Mat)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved