Prolog.co.id – Komisi III DPRD Kalimantan Timur menyoroti rendahnya realisasi anggaran dan sejumlah proyek infrastruktur yang berpotensi mangkrak. Sikap ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Dinas Perhubungan Kaltim, Biro Administrasi Pembangunan, dan Biro Barang dan Jasa Kaltim. Rapat dipimpin Ketua Komisi III Abdulloh, Selasa, 25 Agustus 2025.
Dalam rapat, Komisi III menerima laporan bahwa realisasi anggaran Dinas Perhubungan Kaltim baru mencapai 25,77 persen. Selain itu, beberapa proyek pembangunan dinilai belum memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Anggota Komisi III, Apansyah, secara spesifik mengkritik proyek Terminal Bontang yang sudah mengalami kerusakan.
“Terminal sebesar itu jangan sampai mubazir. Anggaran besar sudah keluar, tapi manfaatnya belum terasa bagi masyarakat. Pemerintah harus turun langsung melihat kondisi di lapangan,” tegas Apansyah.
Syarifatul Sya’diah juga menyoroti lambannya pengembangan Pelabuhan Teritip di Balikpapan yang dinilai berpotensi menjadi proyek mangkrak. Ia menekankan, pelabuhan itu memiliki potensi besar untuk mendukung aktivitas ekonomi.
Sementara itu, Husin Djufri menyoroti pentingnya dukungan anggaran untuk Bandara Maratua sebagai pintu gerbang wisata kelas dunia.
“Jangan sampai anggaran berakhir menjadi silva hanya karena titik-titik kegiatan tidak jelas. Pemerintah harus serius menuntaskan pekerjaan sesuai target,” tutup Apansyah.
(Nng/Adv/DPRDKaltim)


