Prolog.co.id — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yang digelar di Ruang Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, menjadi momentum bagi DPRD Kaltim untuk menegaskan kepedulian terhadap isu lingkungan. Acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada perusahaan dan lembaga pendidikan yang konsisten menerapkan praktik ramah lingkungan.
Anggota DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, hadir mewakili pimpinan dewan. Ia menekankan bahwa tema peringatan tahun ini, “Hentikan Polusi Plastik”, tidak boleh berhenti sebagai slogan belaka. Menurutnya, penanganan persoalan lingkungan harus melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Polusi plastik bukan sekadar masalah kebersihan, tetapi menyangkut keberlanjutan ekosistem. Karena itu, strategi pengurangan sampah plastik harus dirancang secara menyeluruh dengan mengedepankan partisipasi masyarakat dan penerapan ekonomi sirkular,” ujar Sarkowi.
Ia juga menyoroti perusahaan yang belum patuh terhadap regulasi lingkungan. DPRD Kaltim, lanjutnya, akan memperketat fungsi pengawasan sekaligus mendorong pemerintah provinsi agar lebih tegas menjatuhkan sanksi, termasuk pencabutan izin bagi perusahaan yang berulang kali melanggar aturan.
“Langkah ini bukan untuk mematikan usaha, melainkan untuk menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan generasi mendatang,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, turut menyerahkan penghargaan PROPER kepada perusahaan dengan kinerja pengelolaan lingkungan terbaik. Tahun ini, sebanyak 15 perusahaan meraih predikat Emas, 39 Hijau, 184 Biru, dan 40 Merah. Selain itu, sebanyak 54 sekolah dianugerahi piagam Adiwiyata Provinsi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam pendidikan lingkungan.
Melalui momentum ini, peran legislatif, eksekutif, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan semakin solid dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur.
(Nng/Adv/DPRDKaltim)


