Prolog.co.id – Rapat Anggota Tahunan (RAT) XL Tahun Buku 2024 Pusat Koperasi Unit Desa (PUSKUD) Kalimantan Timur kembali membuka perdebatan soal masa depan koperasi desa. Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, yang hadir dalam forum di Hotel Mercure Samarinda, menegaskan perlunya koperasi melakukan transformasi agar tidak terjebak dalam pola lama yang justru membuat lembaga ini kehilangan daya saing.
Husni menilai, koperasi sejatinya memiliki posisi strategis dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Namun tanpa pembenahan menyeluruh, keberadaannya rawan stagnan.
“Koperasi desa jangan hanya hidup di atas kertas, tetapi harus menjadi motor ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PUSKUD Kaltim, Mohammad Arief Pahlevi Pangerang, mengakui masih banyak persoalan mendasar yang membelenggu koperasi. Lemahnya manajemen, minimnya jaringan usaha, hingga rendahnya kapasitas sumber daya manusia disebut menjadi tantangan terbesar.
“Revitalisasi kelembagaan mutlak dilakukan. Kalau tidak, koperasi akan sulit berkembang,” ujarnya.
Ia menekankan perlunya langkah kolektif berupa konsolidasi kelembagaan, kemitraan lintas sektor, hingga pendidikan anggota. Pahlevi menegaskan, tanpa kerja bersama, KUD hanya akan menjadi simbol tanpa kekuatan nyata.
(Nng/Adv/DPRDKaltim)


