DPRD Kaltim Dorong Kurikulum Kontekstual untuk Atasi Ketimpangan Pendidikan

Terbit: 31 Juli 2025

DPRD
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan.

Prolog.co.id – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur kembali menyoroti ketimpangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Anggota Komisi IV, Agusriansyah Ridwan, menekankan bahwa sistem pendidikan nasional yang masih terlalu seragam tidak mampu menjawab kebutuhan dan potensi lokal masyarakat Kaltim.

“Pendidikan di banyak wilayah pedalaman dan pesisir masih ketinggalan karena kurikulumnya tidak relevan dengan kondisi setempat. Akibatnya, generasi muda sulit mengembangkan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan lokal,” kata Agusriansyah, Kamis 31 Juli 2025.

Legislator Fraksi PKS ini menekankan pentingnya penerapan kurikulum berbasis karakteristik lokal, yang menyertakan kearifan budaya, keterampilan praktis, dan potensi ekonomi masing-masing daerah. “Kurikulum harus bisa membekali anak-anak kita agar siap menghadapi tantangan di lingkungan mereka sendiri, bukan hanya menyesuaikan standar nasional,” ujarnya.

Agusriansyah juga menyoroti dominasi kebijakan pendidikan dari pemerintah pusat yang kurang menempatkan masyarakat pedesaan sebagai bagian aktif dari pengambilan keputusan. Ia menegaskan, pendidikan yang kontekstual bisa meningkatkan kualitas SDM sekaligus memperkuat identitas daerah.

Sebagai solusi, ia mendorong koordinasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan komunitas lokal untuk menyusun modul pembelajaran yang adaptif dengan kondisi lapangan. “Dengan pendidikan yang relevan, tidak hanya kualitas lulusan meningkat, tapi juga tercipta masyarakat yang lebih mandiri, kreatif, dan produktif,” pungkas Agusriansyah.

(Nng/Adv/DPRDKaltim)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved