Prolog.co.id – Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, menyoroti tingginya ketergantungan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terhadap pendapatan daerah dari sektor migas dan batu bara. Ia menilai pola tersebut tidak lagi berkelanjutan dan berisiko tinggi terhadap stabilitas fiskal daerah.
Firnadi menegaskan pentingnya diversifikasi ekonomi dengan memperkuat kontribusi sektor-sektor produktif lain seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan industri pengolahan.
“Kita tidak bisa terus mengandalkan sektor migas dan batubara yang fluktuatif. Kukar punya banyak potensi lain yang belum tergarap maksimal,” ujarnya, Sabtu 7 Juni 2025.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebut sektor perkebunan kelapa dan kelapa sawit sebagai dua bidang dengan potensi besar yang dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah jika dikelola secara berkelanjutan.
“Kelapa dan sawit bisa menjadi alternatif unggulan PAD karena pasar dan permintaannya masih sangat tinggi. Tapi pengelolaannya harus ramah lingkungan dan berbasis masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Firnadi juga menilai perlunya dorongan serius terhadap pembangunan industri hilir yang dapat memperkuat nilai tambah ekonomi di daerah. Selama ini, kata dia, fokus pembangunan di Kukar masih terlalu terpusat pada sektor hulu, tanpa diimbangi dengan pengembangan ekosistem industri pendukung.
“Daerah jangan hanya menjadi penyedia bahan mentah. Harus ada keberanian untuk membangun industri pengolahan agar perputaran ekonomi terjadi di Kukar sendiri,” jelasnya.
Firnadi juga mendorong adanya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, DPRD, dan pelaku usaha untuk mewujudkan transformasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Kalau tidak dimulai sekarang, Kukar akan terus bergantung pada sumber daya yang tidak bisa diperbarui. Ini saatnya kita membangun ekonomi yang berdikari,” pungkasnya.
(Nng/Adv/DPRDKaltim)


