Husni Fahruddin: Fondasi Ekonomi Kaltim Harus Didorong dari Rakyat, Bukan Tambang

Terbit: 9 Juni 2025

ekonomi
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin.

Prolog.co.idDPRD Kalimantan Timur menegaskan pentingnya memperkuat ekonomi rakyat sebagai dasar pembangunan daerah. Ketergantungan terhadap sektor besar seperti pertambangan dan migas dinilai tidak dapat lagi menjadi satu-satunya tumpuan bagi keberlanjutan ekonomi Kaltim.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, menyebut bahwa ketahanan ekonomi sejati harus berakar dari desa dan komunitas produktif yang digerakkan oleh pelaku usaha kecil, petani, nelayan, serta peternak.

“Fondasi ekonomi itu harus dibangun dari bawah. UMKM, petani, peternak, dan nelayan kita membutuhkan perhatian serius agar tidak tertinggal,” ujarnya.

Politisi yang akrab disapa Ayyub itu menyoroti banyaknya potensi daerah di sektor perikanan, peternakan, dan perkebunan yang belum tergarap optimal akibat kurangnya dukungan fasilitas, pelatihan, serta akses terhadap pembiayaan dan pasar.

Menurutnya, kebijakan pemberdayaan ekonomi rakyat selama ini masih bersifat seremonial dan belum menyentuh akar permasalahan. Padahal, sektor UMKM terbukti menjadi penyelamat ekonomi nasional saat terjadi krisis global.

“Kebijakan kita masih terlalu administratif. Harusnya berbasis kawasan. Peta potensi daerah perlu dibuat, lalu intervensi dilakukan lintas sektor agar dampaknya terasa,” tegasnya.

Ayyub juga mengkritisi lemahnya koordinasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) yang menyebabkan berbagai program pemberdayaan ekonomi berjalan tanpa arah dan hasil yang jelas.

Ia menegaskan, pada pembahasan APBD mendatang, DPRD akan mendorong alokasi anggaran yang lebih besar bagi penguatan ekonomi rakyat, terutama melalui skema pendampingan, pelatihan, dan pembiayaan usaha.

“Kalau ekonomi dasar masyarakat kuat, tekanan dari luar seberat apapun bisa kita tahan. Itulah yang dimaksud dengan kedaulatan ekonomi,” tutupnya.

(Nng/Adv/DPRDKaltim)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved