Prolog.co.id, Samarinda — Fraksi Golkar DPRD Kaltim meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkuat fondasi pembangunan dalam penyusunan RAPBD 2026, sejalan dengan tema RPJMD “Peningkatan Pondasi Pembangunan Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas.”
Itu dibacakan Syahariah Mas’ud dalam Rapat Paripurna ke-45 DPRD Kaltim, mewakil fraksi Golkar DPRD Kaltim. Dalam pandangannya, fraksi menilai pemerintah perlu mengevaluasi kembali dokumen RKPD 2026 agar selaras dengan kondisi objektif pendapatan daerah. Penyesuaian ini termasuk mempertimbangkan realisasi SiLPA 2025 yang diprediksi dapat melampaui proyeksi Rp900 miliar, melihat tren tahun sebelumnya yang selalu mendekati Rp2 triliun.
Golkar juga menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang ramah dan berkelanjutan. Penyederhanaan regulasi, transparansi layanan publik, dan peningkatan keamanan investasi dianggap penting untuk memperkuat sektor unggulan seperti pertambangan, perkebunan, kelautan, hingga manufaktur dan ekonomi hijau.
Dalam aspek belanja, Golkar menegaskan bahwa belanja wajib dan pelayanan dasar tidak boleh dikurangi. Mereka menyoroti bidang pendidikan yang memerlukan keseimbangan antara perluasan akses dan peningkatan kualitas. “Infrastruktur, terutama jaringan jalan antar desa dan kecamatan yang menjadi kewenangan provinsi, juga didorong untuk menjadi prioritas guna memperkuat konektivitas ekonomi,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Fraksi Golkar menugaskan anggota mereka di Badan Anggaran DPRD Kaltim untuk mengawal pembahasan RAPBD 2026 secara cermat. Mereka berharap APBD dapat ditetapkan tepat waktu sehingga tahap evaluasi Kemendagri dan proses pelaksanaan anggaran dapat berjalan lancar demi peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kaltim.
(Nur/Adv)


