Kasus Dugaan Perundungan di SD Samarinda, DPRD Kaltim Soroti Lemahnya Pengawasan Guru

Terbit: 5 Desember 2025

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud.

Prolog.co.id, Samarinda — Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud, menilai fungsi pengawasan guru di sekolah masih jauh dari ideal. Pernyataannya itu disampaikan setelah mencuatnya kasus seorang siswa SD di Samarinda yang mengalami patah kaki dan diduga menjadi korban perundungan.

Menurut Syahariah, tugas guru tidak berhenti pada penyampaian materi pelajaran. Mereka juga bertanggung jawab memastikan dinamika perilaku siswa di kelas berjalan sehat dan terkontrol. “Guru bukan hanya mengajar. Mereka harus benar-benar memperhatikan karakter dan perilaku murid selama proses belajar,” ujarnya.

Syahariah mengatakan masih banyak guru yang hadir secara administratif, tetapi tidak memberikan pendampingan penuh kepada siswa. Beberapa, katanya, hanya menuliskan tugas di papan tulis lalu membiarkan kelas berjalan tanpa pengawasan.

“Masih ada guru yang sekadar hadir. Setelah memberi tugas, mereka sibuk dengan urusan lain atau mengobrol. Situasi seperti ini yang harus dibenahi,” tegasnya.

Ia mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk memperkuat pembinaan terhadap guru melalui pelatihan dan bimbingan teknis yang lebih terstruktur.

Upaya ini penting untuk menegaskan kembali fungsi guru sebagai pendidik sekaligus pengawas perkembangan karakter siswa. “Disdikbud perlu membuat bimtek khusus agar tugas dan fungsi guru kembali ditegaskan. Harapannya, kejadian yang sampai menyebabkan siswa cedera tidak terulang,” kata Syahariah.

Ia juga meminta pihak sekolah meningkatkan pengawasan internal sehingga lingkungan belajar dapat tetap aman, kondusif, dan bebas dari kekerasan bagi seluruh siswa.

(Nur/Adv)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

bisnis

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved