Layanan Kesehatan dan Pendidikan Balikpapan Dinilai Belum Merata

Terbit: 9 Desember 2025

Sekretaris Komisi II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra.

Prolog.co.id, Samarinda—Sekretaris Komisi II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra, kembali menyoroti ketimpangan layanan dasar di Kota Balikpapan. Temuan itu ia rangkum dari hasil serap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, yang masih memperlihatkan belum meratanya fasilitas kesehatan dan pendidikan di sejumlah wilayah.

Menurut Nurhadi, kondisi tersebut berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik sekaligus menghambat pemerataan pembangunan antarwilayah. Ia menilai, salah satu kebutuhan mendesak adalah percepatan pembangunan fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit yang layak dan mudah dijangkau masyarakat.

“Di sektor kesehatan kami menekankan pentingnya percepatan pembangunan rumah sakit yang representatif, terutama di Balikpapan Timur,” ujarnya.

Ia menegaskan, warga di kawasan pinggiran tidak seharusnya terus bergantung pada rumah sakit rujukan yang lokasinya jauh. Akses layanan medis yang terlambat, kata dia, berpotensi memperbesar risiko bagi pasien, terutama dalam kondisi darurat.

Karena itu, pemerintah diminta mengubah pola perencanaan pembangunan dengan menempatkan pemerataan layanan dasar sebagai indikator utama, bukan semata mengejar besaran anggaran.

Selain sektor kesehatan, persoalan pendidikan juga menjadi sorotan. Nurhadi mengingatkan, kebutuhan ruang kelas baru dan penambahan unit sekolah menengah harus menjadi prioritas dalam penyusunan anggaran tahun 2026.

Hal ini mengingat kewenangan pengelolaan SMA dan SMK berada di tingkat provinsi.“Kurangnya ruang kelas dan jumlah SMA-SMK harus menjadi perhatian serius, karena jenjang ini kewenangan provinsi dan sangat terkait dengan program Gratispol,” katanya.

Ia menilai, tanpa percepatan pembangunan sekolah menengah baru, berbagai program bantuan pendidikan tidak akan berjalan optimal. Saat ini, banyak siswa terpaksa menempuh jarak jauh atau bersekolah di fasilitas yang sudah melebihi kapasitas.

Nurhadi berharap pembangunan pendidikan dan kesehatan difokuskan pada wilayah yang selama ini minim infrastruktur dasar, bukan hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan yang relatif sudah lengkap. Dengan begitu, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih adil dan merata oleh seluruh masyarakat Balikpapan.

(Nur/Adv)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

bisnis

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved