Kasus Kekerasan Anak Meningkat, DPRD Kaltim Soroti Lemahnya Ketahanan Keluarga

Terbit: 13 Desember 2025

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H Baba.

Prolog.co.id, Samarinda—Maraknya kasus kekerasan terhadap anak di sejumlah wilayah Kalimantan Timur mendapat perhatian serius Komisi IV DPRD Kaltim. Fenomena tersebut dinilai bukan sekadar rangkaian kejadian terpisah, melainkan mencerminkan rapuhnya ketahanan psikososial di lingkungan keluarga.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, mengungkapkan sejumlah laporan terbaru justru menempatkan orang tua sebagai pelaku kekerasan. “Kondisi ini menjadi sinyal adanya persoalan mendasar pada kesehatan mental keluarga yang belum tertangani dengan baik,” jelasnya.

Ia menegaskan, kekerasan ekstrem terhadap anak, bahkan yang berujung pada hilangnya nyawa, harus dipahami sebagai alarm darurat lemahnya sistem deteksi dini terhadap masalah psikologis di rumah tangga. “Tekanan ekonomi, konflik internal keluarga, serta pola asuh yang tidak adaptif saling berkaitan sebagai pemicu,” sambungnya.

Baba juga menyoroti pola penanganan kasus yang selama ini lebih menitikberatkan pada aspek hukum. Sementara itu, pendekatan psikologis terhadap pelaku maupun korban kerap kurang mendapat porsi yang memadai. Padahal, lanjutnya, tidak sedikit orang tua yang belum memiliki kemampuan cukup dalam mengelola emosi dan menghadapi tekanan pengasuhan.

“Akses terhadap layanan kesehatan mental pun dinilai masih terbatas, terutama bagi keluarga yang tergolong rentan,” imbuhnya.

Komisi IV DPRD Kaltim mendorong penguatan edukasi pengasuhan yang lebih manusiawi dan selaras dengan perkembangan psikologi anak. Pola asuh keras yang diwariskan dari generasi sebelumnya dinilai sudah tidak relevan dengan tantangan keluarga masa kini.

Menurut Baba, persoalan kekerasan anak tidak semata terletak pada korban, melainkan pada kesiapan dan pemahaman orang tua dalam menjalankan peran pengasuhan secara sehat dan bertanggung jawab.

(Nur/Adv)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

bisnis

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved