Prolog.co.id, Samboja – Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Pengendalian Pencemaran Lingkungan (TRPPL) Politeknik Pertanian Negeri Samarinda kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan Pengabdian Mahasiswa “Program Bersih Pantai” yang dilaksanakan di kawasan Pantai Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara pada 14 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa dalam upaya pengendalian pencemaran lingkungan pesisir.
Acara diawali dengan penyampaian materi oleh Bapak Christopaul Pala’langan Toding Layuk, S.P., M.Ling yang menjelaskan mengenai jenis-jenis limbah anorganik, sumber pencemarannya, serta dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan, khususnya pada ekosistem pesisir dan laut. Dalam paparannya disampaikan bahwa limbah anorganik seperti plastik, kaca, logam, styrofoam, dan berbagai jenis kemasan sekali pakai merupakan sampah yang sulit terurai sehingga dapat mencemari lingkungan dalam jangka waktu yang sangat lama.
Beliau juga menekankan bahwa akumulasi sampah anorganik di kawasan pantai tidak hanya mengurangi keindahan lingkungan, tetapi juga mengancam kehidupan biota laut melalui proses tertelan, terjerat, hingga menghasilkan mikroplastik yang pada akhirnya dapat masuk ke dalam rantai makanan manusia.
Selanjutnya, Ibu Christine Elia Benedicta, S.Hut., M.Ling menyampaikan materi mengenai potensi pemanfaatan limbah anorganik melalui konsep reduce, reuse, recycle, serta pentingnya penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah. Mahasiswa juga diajak memahami bahwa limbah anorganik masih memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dan dikelola dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan bahwa mahasiswa TRPPL memiliki peran strategis sebagai agen perubahan (agent of change) dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Melalui pengetahuan yang dimiliki, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pelopor dalam mengedukasi masyarakat, melakukan inovasi pengelolaan limbah, serta berkontribusi dalam mencegah pencemaran lingkungan.
Setelah sesi penyampaian materi, seluruh peserta melaksanakan aksi bersih pantai dengan menyisir kawasan pesisir Pantai Samboja. Mahasiswa secara berkelompok mengumpulkan berbagai jenis sampah anorganik yang ditemukan, seperti botol plastik, gelas plastik, kemasan makanan, kantong plastik, styrofoam, hingga berbagai limbah lainnya yang terbawa arus maupun ditinggalkan oleh pengunjung.

Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian dipilah dan dimasukkan ke dalam kantong sampah sebagai bentuk praktik nyata pengelolaan limbah di kawasan pesisir. Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan, yang berlangsung dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis mengenai pencemaran lingkungan, tetapi juga mengimplementasikan ilmu yang diperoleh melalui aksi nyata di lapangan. Program Bersih Pantai diharapkan mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir sebagai ekosistem yang memiliki fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial yang sangat penting.
Kegiatan Pengabdian Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Pengendalian Pencemaran Lingkungan ini menjadi bukti bahwa langkah sederhana seperti memungut sampah dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Semangat kolaborasi yang ditunjukkan mahasiswa diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk turut menjaga kebersihan pantai demi mewujudkan lingkungan pesisir yang bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang.
(Redaksi Prolog)


